Hujan deras yang tak henti mengguyur selama tiga hari berturut-turut akhirnya memuncak menjadi bencana. Rabu (14/1/2026) lalu, kawasan Perumahan Taman Cikande di Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, berubah menjadi lautan. Air meluap dari Sungai Cidurian, menggenangi permukiman warga tanpa ampun.
Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 60 centimeter hingga di titik terparah mencapai dua meter. Bayangkan, air setinggi itu bisa menyapu banyak hal. Ratusan rumah tak berdaya diterjang banjir. Menurut data yang ada, setidaknya 222 kepala keluarga harus merasakan dampaknya.
Banjir ini sebenarnya sudah mulai merayap sejak Minggu (11/1). Namun begitu, luapan baru mencapai puncaknya di hari Rabu. Warga yang sudah bersiap pun tetap kewalahan.
Pemandangan di lokasi sungguh memprihatinkan. Barang-barang rumah tangga hanyut, aktivitas warga lumpuh total. Suasana mencekam itu diperparah oleh ketidakpastian kapan air akan surut.
Di sisi lain, curah hujan ekstrem menjadi biang kerok utama. Sungai Cidurian tak lagi mampu menampung beban air yang begitu besar. Alhasil, permukiman di sekitarnya yang harus menanggung akibatnya.
Artikel Terkait
Asap Tebal dan Dugaan Ledakan di Tambang Bogor, Sejumlah Pekerja Terjebak
Ramen YES: Mie Sedaap Hadirkan Sensasi Ramen Jepang dengan Harga Terjangkau
Anggota DPR Soroti iPusnas yang Sering Macet dan Kondisi Perpustakaan yang Memprihatinkan
Dua Jembatan Putus, Seluruh Kecamatan di Pati Terendam Bencana