Pada Sabtu malam (28/2/2026), Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan. Lewat sambungan telepon dengan CBS News, Presiden AS itu justru melihat celah diplomasi terbuka pasca-serangan mematikan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Menurut Trump, jalan untuk berunding malah jadi lebih mudah sekarang.
"Jauh lebih mudah sekarang daripada sehari yang lalu, tentu saja," ujar Trump, ketika ditanya tentang peluang penyelesaian diplomatik untuk krisis yang memanas ini.
Ia lalu menyambung dengan nada percaya diri, "Karena mereka sedang mengalami kekalahan telak."
Trump tampaknya sangat yakin dengan hasil operasi tersebut. Bahkan, ia menyebut hari Sabtu itu sebagai hari yang luar biasa, bukan cuma bagi Amerika, tapi juga untuk dunia. Sebelumnya, Trump sendiri yang mengumumkan kematian Khamenei, figur yang telah memimpin Iran selama hampir empat dekade. Menurut sejumlah sumber dalam laporan CBS, serangan gabungan AS-Israel itu juga merenggut nyawa sekitar 40 pejabat tinggi Iran.
Soal siapa pengganti Khamenei, Trump hanya berkomentar singkat kepada CBS. Menurutnya, "ada beberapa kandidat yang baik" di Iran. Namun begitu, ia tak mau menjabarkannya lebih jauh.
Di sisi lain, situasi di lapangan justru bergerak ke arah yang berlawanan. Serangan yang mengguncang kompleks kediaman Khamenei di Teheran dengan puluhan bom itu telah memantik ancaman balasan yang keras dari Iran. Nada yang digunakan jauh dari kata 'diplomasi'.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara gamblang menyatakan, "Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki."
Ancaman itu menggantung di udara. Sementara Trump bicara tentang peluang damai, Iran justru menyiapkan jawaban yang mungkin lebih berdarah.
Artikel Terkait
Hidayat Nur Wahid Serukan Diplomasi Haji untuk Perdamaian Jelang Haji 2026
Polisi Gerebek Pabrik Miras Oplosan 20 Ribu Botol di Palembang
Helikopter Hilang Kontak di Sekadau, Delapan Orang Dievakuasi
Bupati Pati Nonaktif Diperiksa KPK Terkait Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa