Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa kebijakan moratorium penggunaan lampu rotator dan sirine yang populer disebut 'tot-tot' atau 'wuk-wuk' masih berlaku secara umum. Namun, ia memberikan pengecualian khusus bagi petugas Patroli Jalan Raya (PJR) yang tengah bertugas di jalan tol. Pengecualian ini diambil dengan pertimbangan operasional demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas di ruas jalan bebas hambatan.
Menurut Irjen Agus, penggunaan sirine dan rotator oleh PJR diizinkan terutama saat mereka melakukan patroli untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya pada jam-jam rawan. Ia menekankan bahwa langkah ini semata-mata didasari oleh kepentingan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, yang lazim disebut Kamseltibcarlantas. Keputusan tersebut, kata dia, telah disosialisasikan dalam rapat kerja teknis (Rakernis) baru-baru ini.
“Termasuk juga pada saat Rakernis kemarin, saya mengimbau kembali bahwa penggunaan tot-tot, sirene tetap kami berlanjutkan, jadi tetap kami bekukan. Tetapi khusus untuk di jalan tol, untuk patroli jalan tol, saya izinkan untuk menggunakan itu,” ujar Irjen Agus di sela pemantauan arus balik libur panjang di kawasan Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (1/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa izin khusus ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan tol. Suara sirine dari mobil patroli yang terdengar di jam-jam rawan dinilai efektif sebagai pengingat bagi pengendara agar tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan atau menggunakan bahu jalan secara ilegal. Dengan demikian, kehadiran patroli tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga memberikan efek jera secara langsung.
“Agar supaya pada jam-jam rawan, dari kendaraan patroli, dari PJR termasuk jajaran, itu bisa mengimbau kendaraan-kendaraan yang melintas di jalan tol,” jelasnya.
Irjen Agus mencontohkan, penerapan kebijakan ini sudah mulai terlihat saat petugas PJR mengatasi kepadatan kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta pada sore hari. Salah satu fokus utama dari pengaktifan kembali sirine patroli tersebut adalah untuk menertibkan kendaraan besar atau truk agar tetap disiplin berada di jalur kiri, sehingga tidak mengganggu laju kendaraan lain.
Sementara itu, hingga berakhirnya masa libur panjang atau long weekend hari ini, Irjen Agus memastikan arus balik di sejumlah jalur tol utama termasuk Tol Trans Jawa, jalur menuju Cikupa, hingga Trans Sumatera terpantau aman dan terkendali. Berkat kesiagaan anggota di lapangan serta patroli yang dinamis, angka fatalitas kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
“Laporan dari para Dirlantas cukup terkendali. Dan kami selalu hadir di lapangan. Untuk peristiwa kecelakaan sampai saat ini cukup terkendali, tidak ada hal yang menonjol,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Seremoni, Melainkan Perekat Kebangsaan di Tengah Keberagaman
Anggota DPRD DKI Desak Evaluasi Total Sistem Keamanan Ragunan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
Pemerintah Hapus Tarif Pajak Final 0,5% untuk Pengacara, Dokter, hingga Influencer
13.020 Wisatawan Padati Kepulauan Seribu Selama Libur Waisak