DUBAI Suasana mencekam langsung menyelimuti Bandara Internasional Dubai. Pasca serangan drone yang diklaim berasal dari Iran, ledakan keras terdengar dan mengakibatkan empat orang terluka. Akibatnya, tak tanggung-tanggung, sekitar 700 penerbangan baik yang hendak masuk maupun keluar dari Dubai terpaksa dibatalkan.
Penangguhan operasi penerbangan ini dilakukan tanpa batas waktu. Sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, semua aktivitas landas pacu dihentikan.
“Kami mendesak para penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka secara online sebelum berangkat ke bandara,” begitu imbauan dari pihak operator bandara. Situasi yang tidak menentu membuat keputusan ini harus diambil untuk alasan keamanan.
Di sisi lain, pemerintah setempat langsung bergerak cepat. Mereka mengeluarkan peringatan darurat yang disebarkan kepada seluruh warga. Intinya jelas: segera cari perlindungan.
“Segera cari perlindungan di gedung terdekat yang aman,” bunyi pesan itu. “Jauhi jendela, pintu, dan area terbuka. Tunggu instruksi lebih lanjut.”
Peringatan itu tidak main-main. Menurut sejumlah sumber, situasi saat ini dinilai masih berpotensi menghadapi serangan yang lebih besar, kemungkinan dari rudal. Itu sebabnya warga Uni Emirat Arab diminta untuk tetap waspada dan, jika memungkinkan, bertahan di rumah.
Gambaran yang ada sekarang sungguh kontras dengan citra Dubai yang biasanya gemerlap. Bandara yang biasanya ramai oleh lalu lalang penumpang dari seluruh dunia, kini terlihat sepi dan tegang. Suasana waspada terasa di mana-mana, menunggu perkembangan situasi selanjutnya.
Artikel Terkait
Bapanas: Harga Pangan Terkendali, Ancaman Utama dari Kenaikan Biaya Kemasan
Kapolri Instruksikan Satgas Haji 2026 untuk Jamin Keamanan Jamaah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Tangguh di Tengah Ketegangan Global
DPR Gelar Rapat Finalisasi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga