Sabtu pagi itu berubah menjadi momen kelam bagi Iran. Media pemerintah, dengan suara gemetar, mengonfirmasi kabar yang mengguncang: Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas di kantornya. Serangan udara gabungan AS dan Israel disebut sebagai dalihnya.
Pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dibacakan oleh beberapa stasiun TV. Suasana siaran langsung itu muram. Seorang presenter bahkan tak bisa menahan tangis saat mengumumkan bahwa negara itu akan memasuki masa berkabung nasional selama empat puluh hari.
Korban jiwa dari serangan ini besar. Menurut laporan Bulan Sabit Merah, lebih dari 200 orang meninggal. Sementara itu, CBS News mitra BBC menyebut sekitar 40 pejabat Iran termasuk di antara korban tewas. Serangan itu sendiri disebut sangat brutal. Salah satu dampak terparah terjadi di sebuah sekolah perempuan, di mana sedikitnya 108 nyawa melayang akibat hantaman rudal.
Reaksi Iran datang cepat dan keras. Mereka melancarkan serangan balasan di berbagai titik di Timur Tengah. Sasaran mereka adalah sekutu-sekutu AS dan lokasi-lokasi yang di dalamnya terdapat pangkalan militer Amerika. Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait menjadi arena baru ketegangan.
Artikel Terkait
Protes di Times Square dan Serangan Balasan Iran Menyusul Eskalasi Militer AS-Israel
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei