Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Larangan Takbiran
MAKASSAR – Di hadapan jamaah Masjid Raya Makassar, Selasa malam lalu, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan pesan yang jelas. Intinya? Masyarakat bebas melaksanakan takbiran untuk menyambut Idulfitri. Pemerintah justru membuka ruang lebar-lebar bagi syiar takbir sebagai wujud syukur usai Ramadan.
“Saya perlu sampaikan di sini bahwa tidak ada larangan takbiran,” ujarnya tegas dalam Safari Ramadan itu.
“Silahkan masyarakat lakukan takbiran sambut idul fitri di wilayah masing-masing kecamatan.”
Namun begitu, pria yang biasa disapa Appi ini langsung memberikan catatan penting. Kebebasan itu punya batas, yaitu menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Larangannya bukan pada takbirnya, melainkan pada euforia yang kerap menyertainya.
“Yang dilarang adalah konvoi, bunyi petasan atau mercon,” sambungnya. Menurutnya, hal-hal itulah yang seringkali mengganggu lalu lintas, membahayakan orang, dan mengusik ketenangan warga.
Appi merasa, aksi konvoi dan petasan justru bisa menghilangkan esensi sakral dari malam takbiran itu sendiri. Suasana khidmat berubah jadi ricuh. Karena itu, ia mengimbau warga untuk merayakannya dengan cara yang lebih sederhana dan terpusat.
“Ini euforia yang berlebihan,” tegasnya.
Artikel Terkait
Skema One Way Trans Jawa Efektif Lancarkan Arus Mudik Lebaran 2026
Dermaga Pelabuhan Merak Padat Pemudik, Petugas Siaga Antisipasi Macet Total
Dua Pasangan Ganda Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Orleans Masters
Kataib Hizbullah Desak Segera Penarikan Seluruh Pasukan Asing dari Irak