Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Diperbolehkan, Konvoi dan Petasan Dilarang

- Rabu, 18 Maret 2026 | 00:30 WIB
Wali Kota Makassar Tegaskan Takbiran Diperbolehkan, Konvoi dan Petasan Dilarang

Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Larangan Takbiran

MAKASSAR – Di hadapan jamaah Masjid Raya Makassar, Selasa malam lalu, Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan pesan yang jelas. Intinya? Masyarakat bebas melaksanakan takbiran untuk menyambut Idulfitri. Pemerintah justru membuka ruang lebar-lebar bagi syiar takbir sebagai wujud syukur usai Ramadan.

“Saya perlu sampaikan di sini bahwa tidak ada larangan takbiran,” ujarnya tegas dalam Safari Ramadan itu.

“Silahkan masyarakat lakukan takbiran sambut idul fitri di wilayah masing-masing kecamatan.”

Namun begitu, pria yang biasa disapa Appi ini langsung memberikan catatan penting. Kebebasan itu punya batas, yaitu menjaga ketertiban dan keamanan bersama. Larangannya bukan pada takbirnya, melainkan pada euforia yang kerap menyertainya.

“Yang dilarang adalah konvoi, bunyi petasan atau mercon,” sambungnya. Menurutnya, hal-hal itulah yang seringkali mengganggu lalu lintas, membahayakan orang, dan mengusik ketenangan warga.

Appi merasa, aksi konvoi dan petasan justru bisa menghilangkan esensi sakral dari malam takbiran itu sendiri. Suasana khidmat berubah jadi ricuh. Karena itu, ia mengimbau warga untuk merayakannya dengan cara yang lebih sederhana dan terpusat.

“Ini euforia yang berlebihan,” tegasnya.

Ia punya usulan konkret. Alih-alih memadati jalan raya, warga bisa berkumpul di masjid atau lapangan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Dengan begitu, semangat beribadah tetap terjaga tanpa mengganggu kepentingan umum.

“Silakan melakukan takbir di wilayah masing-masing. Tidak pernah ada yang melarang untuk takbiran, tapi yang dilarang adalah konvoi dan bermain petasan pada malam Lebaran,” imbuhnya sekali lagi untuk memperjelas.

Harapannya jelas: malam takbiran yang aman, tertib, dan penuh makna. Agar kebahagiaan kemenangan Idulfitri bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa kekhawatiran.

Dalam kesempatan Safari Ramadan tersebut, Appi juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan sisa hari di bulan suci ini. Ibadah ditingkatkan, tentu saja. Tapi ia juga menekankan soal sinergi.

“Kegiatan di masjid ini sangat ampuh untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Baginya, forum seperti ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah jembatan. Sarana mempererat ikatan antara pemerintah dan warga yang dipimpinnya. Sebuah hubungan baik yang ia anggap vital untuk memastikan program pembangunan kota bisa berjalan optimal.

“Antara pemerintah dan masyarakat itu harus punya ikatan yang baik,” pungkas Appi menutup pembicaraan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar