PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi

- Selasa, 03 Februari 2026 | 19:30 WIB
PSM Makassar Terancam Degradasi, Pelatih Baru Dikritik Gagal Temukan Formulasi

MAKASSAR – Performa PSM Makassar belakangan ini memang memprihatinkan. Tujuh laga terakhir mereka tak kunjung meraih kemenangan, sebuah tren buruk yang tentu saja memicu banyak komentar. Dari pengamat sampai mantan pelatih, semua angkat bicara. Intinya sih, ada yang bilang soal taktik, tapi tak sedikit juga yang menyoroti mental Pasukan Ramang yang tampak limbung.

Buktinya? Laga terakhir melawan Semen Padang di Stadion GBH Parepare, Senin lalu. Hasilnya cuma imbang 0-0. Padahal, lawan mereka saat itu sedang tercebur di zona merah degradasi. Yang bikin miris, Semen Padang malah menguasai bola lebih lama. PSM seolah kehilangan tenaga dan ide.

Kalau begini terus, waspada saja. Selisih delapan poin dari jurang degradasi itu bukan angka yang aman. Bayangkan saja: mereka cuma sekali imbang, lalu langsung dibabat lima kekalahan beruntun, dan baru imbang lagi di laga terakhir. Itu jelas alarm peringatan yang berisik sekali buat Juku Eja.

M. Dahlan Abubakar, jurnalis olahraga senior sekaligus penulis buku "100 Tahun PSM", punya pandangan yang lebih luas. Menurutnya, naik-turun seperti ini ya sudah biasa dalam sepak bola. Wajar saja.

“Permainan sepak bola itu selalu merujuk pada bola bundar dan tidak selamanya menang, terkadang juga kalah. Suatu tim terkadang ada tren menang dan ada tidak,”

Ucap Dahlan dalam sebuah percakapan pekan lalu.

Dia juga menyoroti pelatih baru, Tomas Trucha, yang sepertinya masih kebingunan mencari komposisi pemain yang pas. Situasi makin runyam karena pemain-pemain kunci kerap absen akibat akumulasi kartu.

“Mungkin Tomas Trucha belum menemukan format yang pas untuk skuad yang dia pasang. Apalagi setiap laga selalu saja ada pemain kunci yang tidak boleh bermain karena akumulasi kartu dan sanksi PSSI,”

tambahnya.

Di sisi lain, suara lain datang dari mantan pelatih PSM, Syamsuddin Umar. Dia melihat ada sesuatu yang lebih fundamental yang hilang: identitas.

“Selama ini PSM sudah punya kekuatan taktik dalam menyerang dan bertahan, yang dibentuk oleh Bernando Tavares, namun belakangan ini hal tersebut hilang,”

kata Syamsuddin.

Menurutnya, perbaikan harus segera dilakukan. Bukan cuma di lapangan latihan, tapi terutama di dalam kepala para pemain.

“PSM harus lebih mempersiapkan diri selama masa latihan. Hal utama yang perlu diperbaiki psm saat ini adalah mental pemain serta perlu chemistry untuk memperkuat jiwa kompetitif pemain,”

sarannya.

Jadi, masalahnya bertumpuk. Dari taktik yang belum jitu, pemain kunci yang hilang, sampai mental yang perlu dibenahi. Waktunya untuk berbenah memang sudah sangat mepet. Kalau tidak, zona degradasi itu bukan lagi sekadar ancaman, tapi bisa jadi kenyataan yang pahit.

(")

Penulis: Jufrendi

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar