MAKASSAR – Performa PSM Makassar belakangan ini memang memprihatinkan. Tujuh laga terakhir mereka tak kunjung meraih kemenangan, sebuah tren buruk yang tentu saja memicu banyak komentar. Dari pengamat sampai mantan pelatih, semua angkat bicara. Intinya sih, ada yang bilang soal taktik, tapi tak sedikit juga yang menyoroti mental Pasukan Ramang yang tampak limbung.
Buktinya? Laga terakhir melawan Semen Padang di Stadion GBH Parepare, Senin lalu. Hasilnya cuma imbang 0-0. Padahal, lawan mereka saat itu sedang tercebur di zona merah degradasi. Yang bikin miris, Semen Padang malah menguasai bola lebih lama. PSM seolah kehilangan tenaga dan ide.
Kalau begini terus, waspada saja. Selisih delapan poin dari jurang degradasi itu bukan angka yang aman. Bayangkan saja: mereka cuma sekali imbang, lalu langsung dibabat lima kekalahan beruntun, dan baru imbang lagi di laga terakhir. Itu jelas alarm peringatan yang berisik sekali buat Juku Eja.
M. Dahlan Abubakar, jurnalis olahraga senior sekaligus penulis buku "100 Tahun PSM", punya pandangan yang lebih luas. Menurutnya, naik-turun seperti ini ya sudah biasa dalam sepak bola. Wajar saja.
Ucap Dahlan dalam sebuah percakapan pekan lalu.
Dia juga menyoroti pelatih baru, Tomas Trucha, yang sepertinya masih kebingunan mencari komposisi pemain yang pas. Situasi makin runyam karena pemain-pemain kunci kerap absen akibat akumulasi kartu.
tambahnya.
Artikel Terkait
Hamilton Akui Tantangan Ekstra Era Regulasi Baru F1 2026
Veda Ega Pratama Catat P8 di FP1 Moto3 Brasil, Jadi Pembalap Honda Tercepat Kedua
Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026