Hujan deras yang mengguyur Jakarta Selatan menyebabkan tembok pembatas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tebet Barat 08 Pagi roboh pada Senin malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat insiden tersebut, sekolah terpaksa memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa demi keselamatan mereka.
Kepala SDN Tebet Barat 08 Pagi, Daryono, menjelaskan bahwa keputusan untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring diambil segera setelah pihaknya menerima laporan kerobohan tembok. Menurutnya, aspek keamanan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Hari ini pembelajaran jarak jauh karena memang untuk keamanan itu harus diutamakan. Jadi anak-anak hari ini tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar, tapi melalui PJJ,” ujar Daryono.
Peristiwa itu tidak hanya merobohkan tembok sekolah, tetapi juga menyebabkan lima petak bangunan kantin ikut ambruk. Daryono menambahkan bahwa atap kantin yang tersisa akan segera diturunkan untuk mencegah risiko kecelakaan lebih lanjut. Proses perbaikan tengah dikebut, dan PJJ akan terus berlaku hingga seluruh area dinyatakan aman.
“Instruksi dari pimpinan juga supaya atap-atap itu harus dalam keadaan diturunkan, sebab ini takutnya berbahaya juga buat anak-anak. Jadi kalau sudah rapi, sudah aman untuk anak, insyaallah segera masuk,” kata dia.
Penyebab robohnya tembok diduga akibat kerusakan pada turap di bawahnya. Turap yang tidak mampu menahan tekanan air deras akhirnya jebol dan memicu keruntuhan struktur di atasnya. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memperbaiki turap tersebut. Alat berat pun dikerahkan untuk mengangkut puing-puing sisa reruntuhan.
“Target selesainya segera, karena memang ini untuk keamanan dan kenyamanan anak-anak,” ucap Daryono menegaskan komitmennya.
Sementara itu, jam belajar di SDN Tebet Barat 08 Pagi yang biasanya berlangsung Senin hingga Kamis dengan kelas bawah mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB dan kelas atas dari pukul 06.30 hingga 13.45 WIB untuk sementara tidak berlaku. Seluruh siswa mengikuti jadwal pembelajaran dari rumah hingga proses perbaikan infrastruktur sekolah rampung.
Artikel Terkait
Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar Jelang Hari Bhayangkara ke-80
MSCI Turunkan Peringkat Keterbukaan Informasi Pasar Indonesia, Picu Kekhawatiran Aliran Dana Asing
Siswi SMAN 6 Jakarta Tewas Terlindas Bus Sekolah Usai Motor Ayahnya Tersangkut Kabel Melintang di Kebayoran Baru
Patroli Brimob Bubarkan Tawuran di Kramat Jati, Empat Remaja Diamankan dan Dua Celurit Disita