Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah

- Minggu, 01 Maret 2026 | 10:50 WIB
Kemenhaj Imbau 58 Ribu Jemaah Umrah Tetap Tenang di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Kondisi di Timur Tengah yang memanas belakangan ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Terutama bagi keluarga yang anggota keluarganya sedang menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi. Menanggapi hal ini, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan bahwa mereka terus memantau dengan ketat situasi yang berkembang.

Berdasarkan data terbaru yang tercatat dalam sistem SISKOPATUH, jumlah jemaah umrah Indonesia di tanah suci saat ini mencapai sekitar 58.873 ribu orang. Pemerintah, melalui Kemenhaj, mengaku terus memonitor perkembangan dengan cermat.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, secara khusus menekankan agar jemaah tidak panik.

"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,"

ujarnya dalam keterangan pers yang dirilis Minggu (1/3/2026).

Di sisi lain, Puji juga meminta para PPIU untuk proaktif. Komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi, seperti KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh, harus dijaga dengan baik. Upaya koordinasi dengan berbagai instansi, baik di dalam maupun luar negeri, diklaim terus dilakukan. Tujuannya satu: memastikan keamanan jemaah jadi prioritas utama.

"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," tegas Puji.

Memang, situasi konflik ini sudah berimbas pada sektor penerbangan. Beberapa maskapai dilaporkan mengubah rute atau menunda jadwal penerbangan ke dan dari Arab Saudi. Hal ini tentu saja berpengaruh pada jadwal perjalanan pulang-pergi jemaah umrah kita.

Pemicu ketegangan ini adalah serangan rudal yang dilancarkan Israel dan AS ke sejumlah lokasi di Iran sejak kemarin. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menembakkan rudal balasan ke Israel.

Tak hanya itu, negara-negara Arab yang dianggap menampung pasukan AS, seperti Qatar, UEA, Bahrain, dan Kuwait, juga menjadi sasaran tembakan rudal dari Iran. Situasi yang kompleks dan berkembang cepat ini yang kini jadi perhatian semua pihak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar