Bentrokan antara oknum anggota TNI dan warga pecah di kawasan Bendungan Way Rarem, Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Lampung, pada Kamis sore. Keributan yang terjadi di area terbuka itu dipicu oleh kesalahpahaman dan sempat memicu kepanikan di kalangan masyarakat setempat.
Peristiwa bermula dari saling dorong antara warga dan oknum anggota TNI, yang kemudian berujung pada aksi pengejaran. Situasi tersebut berlangsung di tengah aktivitas warga yang tengah beraktivitas di sekitar bendungan. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menyisakan ketegangan di lingkungan permukiman.
Menanggapi kejadian tersebut, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga menggelar pertemuan dengan Bupati Lampung Utara serta tokoh adat setempat sebagai langkah awal meredakan ketegangan.
Upaya mediasi segera dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Korem 043/Garuda Hitam, kepala desa dan perangkatnya, serta perwakilan warga dan personel TNI yang terlibat. Pertemuan itu berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan menjadi forum untuk saling menjelaskan kronologi kejadian.
Dalam musyawarah tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai melalui mekanisme musyawarah adat. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Pihak TNI dan pemerintah daerah berharap langkah mediasi ini dapat menjadi titik terang dalam menyelesaikan perselisihan tanpa harus melalui jalur hukum yang justru dapat memperpanjang konflik. Masyarakat setempat pun menyambut baik langkah damai tersebut dan berharap situasi kembali kondusif seperti sedia kala.
Artikel Terkait
BPS dan PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
ASDP Beri Diskon Tarif Penyeberangan Hingga 21,9 Persen Selama Libur Sekolah 2026
Mobil Fortuner Dikepung dan Dirusak Massa di Tanah Abang Usai Pengemudi Klakson dan Kejar-kejaran dengan Pemotor
Kejati Jabar Tetapkan Wakil Bupati Indramayu Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD