Bandara Soekarno-Hatta tampak ramai seperti biasa, namun ada sedikit kegelisahan di balik rutinitasnya. Perang yang meledak antara AS-Israel dan Iran ternyata dampaknya sampai juga ke sini, mengganggu sejumlah penerbangan yang menuju Timur Tengah.
Menurut PT Angkasa Pura Indonesia cabang Soetta, beberapa penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditunda. Penyebabnya jelas: penutupan wilayah udara di beberapa negara kawasan itu. Aziz Fahmi Harahap, selaku Pgs Asst Deputy Communication and Legal bandara, membenarkan hal ini.
“Untuk penerbangan kedatangan, tercatat penerbangan Etihad Airways EY 472 rute Abu Dhabi-Jakarta dan Qatar Airways QR 954 rute Doha-Jakarta berstatus cancel,” ujar Aziz.
Dia menyebutkan sederet nama maskapai yang jadwalnya kacau. Ada Etihad tujuan Abu Dhabi, Qatar Airways ke Doha, lalu Emirates ke Dubai, dan juga Garuda Indonesia rute ke Doha. Rupanya, guncangan politik ribuan kilometer jauhnya benar-benar terasa di papan keberangkatan.
Di sisi lain, pihak bandara tak tinggal diam. Mereka langsung bergerak menangani penumpang yang kena imbas. Prosesnya macam-macam, mulai dari pembatalan dokumen di imigrasi sampai koordinasi dengan maskapai untuk cari akomodasi atau jadwal baru. Semua dilakukan sesuai prosedur yang ada.
“Secara umum, situasi di terminal tetap dalam kondisi aman dan kondusif,” tegas Aziz.
Meski ada kekacauan di beberapa rute, operasional secara keseluruhan di Bandara Soetta masih berjalan lancar. Penerbangan internasional lain dilaporkan aman. Manajemen bandara juga memastikan layanan untuk penumpang, baik yang berangkat maupun datang, tetap berjalan optimal. Jadi, meski ada gangguan, aktivitas utama bandara tetap berdenyut.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Serangan Israel Tewaskan 7 Warga Sipil di Lebanon Selatan Jelang Gencatan Senjata
Pegadaian Beri Tips Investasi Dolar AS untuk Pemula di Tengah Pelemahan Rupiah