Menkeu Pastikan Koordinasi dengan Bank Sentral Diperkuat Demi Stabilitas Rupiah dan Harga Pangan

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:45 WIB
Menkeu Pastikan Koordinasi dengan Bank Sentral Diperkuat Demi Stabilitas Rupiah dan Harga Pangan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan bank sentral agar kebijakan moneter dan fiskal dapat memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap perekonomian nasional. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang baik.

“Jadi dari pertemuan RAPBN KiTa kemarin, sudah terlihat kan fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat,” kata Purbaya dalam konferensi pers usai pertemuan antara pemerintah dengan pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan, koordinasi yang lebih erat dengan bank sentral akan terus ditingkatkan. “Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral, kita akan mendukung bank sentral, memperkuat koordinasi supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” ujarnya.

Sinkronisasi kedua kebijakan tersebut, menurut Purbaya, tidak hanya akan memperkuat dampak terhadap perekonomian secara makro, tetapi juga diyakini mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah. “Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,” jelasnya.

Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi perhatian utama karena pengaruhnya langsung terasa pada harga barang kebutuhan sehari-hari. Purbaya mencontohkan para pedagang tahu dan tempe yang keuntungannya tergerus akibat kenaikan harga kedelai impor ketika rupiah melemah. “Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah. Itu kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor,” ucapnya.

Dengan kebijakan yang semakin terkoordinasi dan nilai tukar yang lebih stabil, pemerintah berharap tekanan biaya yang dirasakan pelaku usaha kecil dapat berkurang. Dampak positif ini, kata Purbaya, juga akan dirasakan oleh ibu rumah tangga melalui harga yang lebih terkendali. “Dengan nanti kebijakan lebih bagus, kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu rumah tangga bisa merasakan harga yang lebih baik dan tidak terbebani lagi beban hidupnya. Tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan. Jadi sinkronisasi kebijakan ini amat baik sekali untuk ekonomi kita di level makro maupun di level mikro ke depannya,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar