Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat

- Senin, 02 Februari 2026 | 19:24 WIB
Dua Mahkota Longsor di Gunung Burangrang Picu Bencana Dahsyat

Dari SICC Bogor, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, memberikan kabar terbaru soal penanganan longsor di Cisarua, Bandung Barat. Proses pencarian korban, kata dia, masih terus berjalan.

"Penanganannya terus kita lakukan. Saat ini kita masih menunggu selesainya pengangkatan jenazah. Untuk hal teknis lainnya, sebenarnya sudah beres," ujar KDM kepada awak media, Senin (2/2) lalu.

Pernyataannya itu disampaikan usai ia menghadiri Rakornas 2026. Soal masa depan, warga yang terdampak rencananya akan direlokasi. Nah, bekas lokasi longsor nantinya tak akan dibiarkan begitu saja.

"Setelah semua selesai, kita akan lakukan relokasi. Ruang yang terdampak tadi akan kita bangun kembali menjadi area baru, tentu dengan prinsip konservasi yang lebih ketat," jelasnya.

Longsor yang mengguncang kawasan kaki Gunung Burangrang itu memang luar biasa dahsyat. Menurut analisa Basarnas, besarnya dampak bencana ini ternyata dipicu oleh fenomena unik: dua "mahkota longsor".

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, membeberkan hal itu dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Kamis (27/1).

"Awalnya kami mendeteksi satu puncak titik pusat longsor, yang kami sebut 'mahkota longsor'. Jarak dari titik mahkota itu sampai ke titik terdampak paling bawah mencapai 2.009 meter," papar Syafii.

Tapi ternyata, ceritanya tak sesederhana itu. Mahkota yang terdeteksi pertama bukanlah yang utama. Ada lagi mahkota longsor lain yang letaknya lebih tinggi, di puncak Gunung Burangrang.

"Jadi di puncak Gunung Burangrang itu sebenarnya ada mahkota pertama. Longsoran dari mahkota pertama inilah yang kemudian memicu longsoran kedua dengan mahkota yang kami deteksi tadi," tambahnya.

"Dua longsoran beruntun itulah yang akhirnya menimpa bukit besar di bawahnya dan menimbulkan dampak seluas ini."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler