Di Sentul, Jawa Barat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan soal rencana besar pemerintahan mendatang. Ia menegaskan, proyek 'gentengisasi' yang digaungkan Presiden terpilih Prabowo Subianto akan dibiayai penuh oleh APBN. Jadi, anggaran negara yang akan menopang gagasan mengganti atap-atap seng dengan genteng tanah itu.
Menurut Airlangga, ada dua hal mendasar yang jadi perhatian serius Prabowo untuk meningkatkan daya tarik pariwisata. Yang pertama, soal sampah. Yang kedua, justru berkaitan dengan pemandangan atap rumah.
"Itu low hanging fruit untuk meningkatkan turis. Tetapi turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat,"
ungkapnya kepada awak media, Senin (2/2).
Nah, untuk mengatasi dua masalah itu, Prabowo punya dua jawaban. Masalah sampah akan ditangani lewat proyek Waste to Energy (WtE) oleh Danantara Indonesia. Sementara persoalan atap berkarat akan dijawab dengan program gentengisasi tadi.
Sebenarnya, wacana ini sudah disampaikan Prabowo sendiri sebelumnya. Dalam sebuah Rakornas, ia mengkritik penggunaan seng yang masih banyak ditemui. Menurutnya, material itu membuat rumah panas, mudah berkarat, dan merusak pemandangan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,”
kata Prabowo kala itu.
Dengan semangat itu, ia pun mencanangkan sebuah gerakan. “Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” tegasnya.
Kembali ke penjelasan Airlangga, proyek genteng ini rencananya akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Soal bahan baku, bukan cuma tanah biasa. Ada kajian untuk memanfaatkan fly ash, limbah dari pembakaran batu bara.
"Yang kedua ya kita tadi sedang menghitung kalau atap seng itu diganti dengan genteng, dan gentengnya itu berbasis kepada memanfaatkan fly ash. Nah itu sudah ada studinya nanti akan segera disampaikan,"
jelas Airlangga.
Lalu, bagaimana dengan biayanya? Saat ditanya spesifik soal pendanaan untuk KDMP, Airlangga tak ragu. Ia memastikan pemerintah siap membiayai.
"Biayanya tadi sudah kita hitung juga. Bisa, bisa pemerintah bisa membiayai,"
tuturnya.
Prabowo sendiri berpendapat industri genteng ini tak harus mahal. Selain melibatkan koperasi, ide pemanfaatan limbah seperti limbah batu bara yang disebutnya juga dinilai bisa menekan biaya. Ia mengingatkan, dulu Indonesia sebenarnya tidak terbiasa dengan atap seng. Kembali ke genteng, baginya, seperti kembali ke akar.
Artikel Terkait
MNC Bank Medan Bagikan Hadiah Cashback Jutaan Rupiah Lewat Program Tabungan Dahsyat Arisan
IHSG Ditutup Menguat 1,22 Persen ke 7.057, Didorong Sektor Barang Baku dan Keuangan
Saham Grup Barito Kompak Melesat, BRPT Tembus ARA Usai Laba Melonjak 803 Persen
Rupiah Terperosok ke Rp17.424 per Dolar AS Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran