Struktur kepemilikan PT Indonesia Battery Corporation (IBC) ternyata menyimpan keunikan. Perusahaan yang digadang-gadang jadi pionir baterai kendaraan listrik ini, rupanya tak punya pemegang saham pengendali. Padahal, IBC sendiri adalah konsorsium yang diisi oleh sejumlah BUMN ternama.
Kalau dilihat dari porsinya, MIND ID memang memegang saham mayoritas. Besarannya mencapai 67,5 persen, yang dipegang lewat dua anak usahanya: PT Aneka Tambang Tbk dan PT Inalum. Sisa sahamnya dibagi, 25 persen di tangan PT Pertamina NRE dan 7,5 persen lagi milik PT PLN.
Namun begitu, kepemilikan mayoritas itu tak lantas menjadikan MIND ID sebagai pengendali. Hal ini dijelaskan langsung oleh Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif.
"Hingga saat ini tidak ada entitas pemegang saham yang menjadi pemegang saham pengendali di IBC," tegas Aditya.
Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, awal Januari lalu.
Aditya lantas membeberkan latar belakang berdirinya IBC pada 2021. Intinya, perusahaan ini dibentuk untuk mendorong hilirisasi mineral, terutama nikel, menjadi produk baterai. Visi ini, kata dia, sejalan dengan program Asta Cita pemerintahan mendatang yang menekankan kemandirian energi hijau.
Artikel Terkait
Ibu Habib Bahar Laporkan Istri Korban ke Polisi, Sebut Kesaksiannya Mustahil
Satgas PKH Bergerak Usut Aliran Dana Rp992 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
OJK dan ADB Pacu Obligasi Hijau ASEAN+3 di Yogyakarta
Promotor Senior Diduga Gelap Rp10 Miliar Dana Konser BTS