Begitu pesawatnya mendarat di Bandara Al Bateen, Abu Dhabi, Megawati Soekarnoputri langsung disambut hangat. Menteri Negara UEA, Saeed bin Mubarak Al Hajeri, bersama Dubes RI Judha Nugraha sudah menunggu kedatangan Presiden kelima Indonesia sekaligus Ketum PDIP itu. Kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab direncanakan bakal berlangsung sepekan penuh.
Pertemuan berlangsung Minggu (1/2/2026) lalu. Saeed menyampaikan salam selamat datang dengan harapan Megawati menikmati waktunya di sana.
"Selamat datang dan semoga menikmati kunjungan di UEA. Saya berharap bersedia mengunjungi beberapa tempat di Abu Dhabi," ujar Saeed.
Percakapan pun mengalir santai di ruang tunggu bandara. Megawati penasaran, sudahkah sang menteri pernah ke Indonesia?
"Jakarta dan Bali," jawab Saeed singkat.
Nah, di sinilah undangan spesial itu dilontarkan. Saeed mengajak Megawati untuk menyempatkan diri ke Museum Nasional Zayed. Lokasinya, katanya, sangat strategis.
"Museum Nasional Zayed bagus sekali dan jaraknya hanya 5 menit dari hotel," ajaknya.
Mendengar ajakan itu, Megawati langsung mengecek jadwalnya. Ia menoleh kepada Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri yang ikut dalam rombongan. Rupanya, ada celah di agenda padatnya. Undangan itu pun diterima. Rencananya, kunjungan ke museum akan dilakukan pada 7 Februari.
Museum yang diincar itu bukan sembarang tempat. Berdiri megah di jantung Distrik Budaya Saadiyat, museum ini adalah pusat cerita tentang UEA. Dari zaman kuno hingga modern, termasuk kisah inspiratif Bapak Pendirinya, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Nilai-nilai yang ditinggalkannya masih menjadi pegangan kuat negara tersebut sampai sekarang.
Dalam kunjungan kali ini, Megawati tak sendirian. Putranya, M Prananda Prabowo, turut mendampingi. Beberapa petinggi partai juga hadir: selain Ahmad Basarah, ada Andi Widjajanto dari Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis, serta Zuhairi Misrawi, Dubes RI untuk Tunisia yang juga menjabat di bidang agama PDIP.
Agendanya sendiri cukup padat. Selain rencana ke museum, Megawati akan menghadiri acara puncak Zayed Award 2026 Annual Ceremony. Pertemuan tingkat tinggi juga menunggu, yakni dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Pekan yang cukup sibuk untuk seorang mantan presiden.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi