Pasar saham Indonesia hari ini ditutup dengan catatan merah yang cukup dalam. IHSG anjlok hampir 5 persen, tepatnya ke level 7.922,73. Tapi jangan buru-buru panik. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada cerita lain di balik angka-angka itu.
Friderica Widyasari Dewi, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, menyoroti bahwa pelemahan ini tidak merata. Kalau dicermati, saham-saham yang ambruk justru adalah yang harganya sebelumnya sudah melambung tinggi. Jadi, apa yang terjadi?
Begitu penjelasan Friderica dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin siang. Intinya, ini lebih ke aksi ambil untung dan penataan ulang aset oleh para investor, bukan kehilangan kepercayaan secara mendasar.
Di sisi lain, ada titik terang. Saham-saham dengan fundamental kuat ternyata masih bertahan, bahkan ada yang naik meski tipis. Ini jadi penanda bahwa investor masih punya pertimbangan yang matang.
tambahnya.
Artikel Terkait
Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional, Ganti Atap Seng dengan Tanah Liat
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah
Di Balik Anjloknya IHSG, Investor Asing Justru Borong Rp 654,9 Miliar
Harga Telur dan Cabai Merah Dorong Deflasi di Tiga Provinsi Sumatera