Yogyakarta Puncaki Okupansi Hotel, Namun Ada Tren Penurunan yang Mengkhawatirkan

- Senin, 02 Februari 2026 | 20:42 WIB
Yogyakarta Puncaki Okupansi Hotel, Namun Ada Tren Penurunan yang Mengkhawatirkan

Yogyakarta, rupanya, masih jadi magnet utama para pelancong. Data terbaru menunjukkan, pada Desember 2025 lalu, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi puncak secara nasional. Angkanya mencapai 66,38 persen.

“TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi di DIY,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, dalam pemaparannya Senin (2/2).

Menurutnya, capaian ini tak lepas dari gegap gempita libur Natal dan Tahun Baru. Mobilitas masyarakat yang meningkat drastis, ditambah maraknya event seperti konser dan festival budaya, seolah menarik lebih banyak orang untuk menjadikan Yogyakarta sebagai tujuan akhir mereka.

“Diduga salah satunya karena terkait dengan liburan anak sekolah liburan Nataru dan juga beberapa event. Tujuannya paling banyak ternyata ke Yogyakarta,” tambah Ateng.

Namun begitu, di balik prestasi sebagai yang tertinggi se-Indonesia itu, terselip catatan yang perlu dikulik. Sentot Bangun Widoyono, Statistisi Utama BPS DIY, mengingatkan bahwa angka 66,38 persen itu sebenarnya belum sepenuhnya menggembirakan.

“Walaupun nilainya relatif lebih rendah dibandingkan Desember 2024 maupun Desember 2023 yang sudah mencapai di atas 70 persen,” jelas Sentot.

Ia melanjutkan, “Ini juga tentunya perlu menjadi perhatian bersama bagaimana untuk meningkatkan TPK di DIY masa mendatang.”

Memang, jika dilihat dari bulan ke bulan, terjadi kenaikan signifikan sebesar 7,68 poin dari November. Tapi secara tahunan, justru ada penurunan sekitar 3,86 poin dibandingkan Desember tahun sebelumnya. Tren ini patut jadi bahan evaluasi.

Di sisi lain, ada pola menarik yang terungkap. Semakin tinggi bintang sebuah hotel, tamu cenderung betah menginap lebih lama. Pada Desember 2025, tamu hotel bintang lima rata-rata menginap 2,13 malam. Angkanya turun perlahan seiring klasifikasi: bintang empat (1,66 malam), bintang tiga (1,5 malam), bintang dua (1,32 malam), dan bintang satu (1,14 malam).

Jadi, meski berhasil merebut posisi teratas, Yogyakarta masih punya pekerjaan rumah. Bagaimana caranya agar daya tarik istimewa kota ini tidak hanya ramai di momen liburan, tapi juga bisa mempertahankan bahkan meningkatkan angka okupansi itu di masa-masa yang lain.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler