Di tengah Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Presiden Prabowo Subianto menyuarakan gagasan yang cukup menarik perhatian. Ia ingin melihat atap-atap rumah di Indonesia tampil lebih indah dan ramah lingkungan. Caranya? Dengan mengganti bahan atap seng yang masih banyak dipakai, beralih ke genteng tanah.
Menurut Prabowo, pemakaian seng punya beberapa kelemahan yang nyata. Material itu cepat berkarat, jadi kurang awet. Selain itu, seng juga bikin suasana di dalam rumah terasa lebih panas. "Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," ujarnya.
Dia kemudian melanjutkan dengan nada sedikit bertanya-tanya, "Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh."
Visi yang diusungnya jelas: sebuah gerakan nasional. "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia," tegas Prabowo.
Nah, untuk mewujudkan ide ini, rencananya akan melibatkan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi inilah yang nantinya bakal digandeng dalam industri pembuatan genteng tersebut.
Lalu, bagaimana soal pendanaannya? Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan. Proyek besar yang disebut 'gentengisasi' ini rencananya akan dibiayai melalui APBN. Jadi, anggaran negara lah yang akan menopang langkah ini ke depannya.
Artikel Terkait
BUMI Ekspansi ke Tambang Tembaga dan Emas, Targetkan Laba Tak Lagi Bergantung pada Batu Bara
Airlangga Hartarto: Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global, IMF Sebut sebagai Bright Spot
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Tembus 5,61 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir
Saham Nikel Tertekan, Pasar Cermati Rencana Pemerintah Terapkan Bea Keluar dan Windfall Tax