Lalu, ada sinyal positif lain yang mungkin luput dari perhatian. Setelah empat hari berturut-turut jual, investor asing justru membeli bersih senilai Rp654,9 miliar hari ini. Angka itu bukan main-main dan bisa jadi penanda bahwa mereka melihat peluang di balik koreksi.
Namun begitu, tekanan di pasar domestik memang tak bisa dipisahkan dari sentimen global yang lagi suram. Wilayah Asia hampir serempak memerah. Kospi Korea Selatan terpukul, turun lebih dari 5 persen. Hong Kong, India, Singapura, dan China juga ikut melemah. Bahkan harga emas ikut merosot. Jadi, suasana hati pasar dunia memang sedang tidak baik.
Secara teknis, kerusakan terlihat cukup luas. Dari ratusan saham yang diperdagangkan, 720 tercatat melemah. Hanya 58 yang mampu menguat, sementara 36 lainnya stagnan. Angka-angka ini menggambarkan betapa berat tekanan jual yang terjadi.
Tapi inti dari pernyataan OJK jelas: ini adalah bagian dari dinamika pasar yang wajar. Investor sedang menata ulang pilihan mereka, beralih dari saham yang dianggap sudah mahal ke aset yang lebih berbobot. Dalam jangka panjang, langkah seperti ini justru bisa menyehatkan.
Artikel Terkait
Pandu Sjahrir Soroti Transisi Pasar Modal Usai Diskusi dengan MSCI
DGWG Cetak Rekor Penjualan, Pupuk dan Pestisida Melonjak di Akhir 2025
Prabowo Gagas Gentengisasi Nasional, Ganti Atap Seng dengan Tanah Liat
Demutualisasi BEI Mandek, OJK Masih Menunggu Payung Hukum dari Pemerintah