Zaman sekarang ini benar-benar mengagungkan kecepatan. Semuanya serba kilat. Pesan dibalas dalam sekejap, makanan pesanan antar tiba di depan pintu dalam hitungan menit, bahkan ketenaran bisa meledak cuma dari satu video pendek. Semua terasa mudah, instan, dan praktis. Tapi, pernah nggak sih kita sadar, ada satu hal yang perlahan-lahan hilang di tengah hiruk-pikuk ini? Yaitu apresiasi kita terhadap sebuah proses.
Ekspektasi generasi sekarang jelas: hasil harus langsung kelihatan. Begitu sesuatu berjalan lambat, yang muncul adalah kegelisahan. Rasa bosan. Atau bahkan keputusasaan. Padahal, coba kita pikir lagi. Banyak hal yang justru butuh waktu untuk matang. Kemampuan teknis, kedewasaan berpikir, kepercayaan diri semua itu nggak tumbuh dalam semalam.
Di sisi lain, media sosial makin mengukuhkan ilusi ini. Kita disuguhi momen puncak kesuksesan orang: wisuda, promosi jabatan, peluncuran produk. Tapi perjalanan panjang di baliknya? Seringkali hilang dari narasi. Akibatnya, kita gampang sekali merasa kalah start. Padahal, yang kita bandingkan itu apple dan oranges: hasil akhir orang lain versus proses awal kita sendiri. Sungguh tidak adil, bukan?
Budaya "cepat saji" ini merembet ke mana-mana. Mempengaruhi cara kita membina hubungan, menempuh pendidikan, dan membangun karier. Begitu hasilnya tak kunjung datang, pilihan yang diambil seringkali adalah berhenti. Lalu pindah haluan. Atau menyerah begitu saja. Ketekunan, nilai yang dulu diagungkan, sekarang seolah kalah pamor oleh keinginan untuk segera melihat outcome.
Padahal, proses itu bukan cuma sekadar jalan yang harus ditempuh. Di situlah karakter kita ditempa. Dari setiap kegagalan, kita belajar untuk lebih tangguh. Dari kesalahan, kita menemukan cara memperbaiki diri. Dan dalam penantian yang panjang, kita akhirnya paham arti menghargai.
Memang, kita nggak mungkin membalikkan laju zaman. Tapi, cara pandang kita bisa diubah. Nggak semua hal harus diraih dengan cepat. Keterlambatan pun bukan selalu tanda kegagalan. Justru, proses yang lambat dan penuh kesabaran kerap menghasilkan sesuatu yang lebih kuat dan punya makna mendalam.
Jadi, di tengah dunia yang terus berlari kencang, memilih untuk sedikit lebih sabar dan menikmati setiap langkah proses itu sendiri adalah sebuah keberanian. Mungkin kurang disadari, tapi nilainya sangat berharga.
PINION
Artikel Terkait
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2
Kemenag Pastikan Pendidikan 252 Santri Ponpes di Pati Tetap Berlanjut Pasca Penutupan Akibat Kasus Pencabulan
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa