Oposisi Israel Serang Netanyahu Gagal Capai Sasaran Perang Usai Gencatan Senjata AS-Iran

- Rabu, 08 April 2026 | 16:05 WIB
Oposisi Israel Serang Netanyahu Gagal Capai Sasaran Perang Usai Gencatan Senjata AS-Iran

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menuai kecaman pedas dari dalam negeri Israel. Para pemimpin oposisi tak segan menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mereka tuduh gagal total mencapai tujuan perang.

Kesepakatan yang difasilitasi AS itu rencananya bakal berlaku selama dua minggu. Ini disebut-sebut sebagai upaya terakhir untuk mencegah kehancuran menyeluruh Iran, ancaman yang sebelumnya dilontarkan Presiden Donald Trump. Dari Gedung Putih, kabarnya Israel juga setuju dan bersedia menunda serangan terhadap Teheran.

Memang, kantor Netanyahu menyatakan dukungan atas keputusan Trump untuk menghentikan pengeboman. Tapi ada catatan penting. Mereka dengan tegas menegaskan bahwa gencatan ini "tidak termasuk Lebanon". Di sana, pasukan Israel masih berhadapan dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Kritik paling keras datang dari Yair Lapid, pemimpin oposisi utama.

"Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kita. Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita,"

Begitu bunyi pernyataan Lapid di media sosial X, seperti dilaporkan AFP, Rabu lalu. Suaranya keras dan penuh kekecewaan.

"Militer telah melaksanakan semua yang diminta dari mereka, dan masyarakat menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Tapi Netanyahu telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun tujuan yang telah dia tetapkan sendiri,"

Memang, sejak awal Netanyahu punya target ambisius. Yang utama adalah memusnahkan atau setidaknya melumpuhkan program nuklir Iran, yang dia sebut sebagai "ancaman eksistensial" bagi Israel. Selain itu, dia juga ingin menetralisir kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan rezimnya, dan membendung pengaruh regional Teheran dengan memukul kelompok-kelompok sekutunya.

Nyatanya, jalan yang ditempuh kini justru gencatan senjata. Bagi Lapid, langkah ini adalah bukti kegagalan.

"Akan butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu," katanya lagi. Semua ini, menurutnya, berakar pada kesombongan, kelalaian, dan rencana strategis yang amburadul.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar