Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menuai kecaman pedas dari dalam negeri Israel. Para pemimpin oposisi tak segan menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mereka tuduh gagal total mencapai tujuan perang.
Kesepakatan yang difasilitasi AS itu rencananya bakal berlaku selama dua minggu. Ini disebut-sebut sebagai upaya terakhir untuk mencegah kehancuran menyeluruh Iran, ancaman yang sebelumnya dilontarkan Presiden Donald Trump. Dari Gedung Putih, kabarnya Israel juga setuju dan bersedia menunda serangan terhadap Teheran.
Memang, kantor Netanyahu menyatakan dukungan atas keputusan Trump untuk menghentikan pengeboman. Tapi ada catatan penting. Mereka dengan tegas menegaskan bahwa gencatan ini "tidak termasuk Lebanon". Di sana, pasukan Israel masih berhadapan dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kritik paling keras datang dari Yair Lapid, pemimpin oposisi utama.
"Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kita. Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita,"
Artikel Terkait
Anak di Lahat Tega Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Judi
Dubes UEA Ungkap 85% Serangan Iran Arahkan ke Negara Teluk dan Yordania
Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang
China Perluas Layanan Kereta Cepat untuk Anjing dan Kucing ke 121 Stasiun