Stasiun KRL Dekat JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026

- Rabu, 08 April 2026 | 03:15 WIB
Stasiun KRL Dekat JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026

Progres pembangunan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) yang berlokasi dekat Jakarta International Stadium (JIS) ternyata sudah memasuki tahap akhir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan stasiun baru itu akan beroperasi penuh pada Juni 2026 mendatang. Kabar ini disampaikannya usai meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa lalu.

“Untuk JIS ini diperkirakan bulan Mei selesai, bulan Juni akan beroperasi,” ujar Pramono.

Rapatnya dengan Direktur Utama KAI dan jajarannya tak cuma membahas stasiun baru itu. Mereka juga menggarisbawahi sejumlah proyek transportasi lain yang sedang digenjot. Salah satunya, rencana jalur KRL baru sepanjang 16 kilometer, membentang dari Rawajati hingga ke Tanjung Priok.

“Termasuk kemudian trayek listrik yang 16 km, dari Rawajati sampai ke Tanjung Priok yang menjadi kereta listrik dan itu secara signifikan pasti akan membantu kemudahan transportasi di Jakarta,” kata Pramono.

Di sisi lain, proyek MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI dan Kota Tua juga masuk dalam pembahasan. Pemerintah Provinsi DKI punya agenda lain: mendorong integrasi beberapa simpul transportasi seperti kawasan Dukuh Atas, Stasiun BNI City, dan Stasiun Karet. Targetnya, konektivitas antar moda transportasi itu bisa terwujud dalam waktu dekat.

Lantas, apa yang mendasari percepatan pembangunan Stasiun JIS ini? Menurut Vice President Public Relations PT KAI, Anne Purba, ini adalah respons strategis terhadap lonjakan kebutuhan transportasi publik di Jakarta Utara. Datanya cukup mencengangkan.

Berdasarkan catatan periode Januari hingga September 2025 saja, lintas Tanjung Priok Line sudah mencatat 2,3 juta lebih pengguna Commuter Line. Angka itu hampir menyamai total pengguna sepanjang 2024 yang mencapai 3,3 juta. Jelas terlihat peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2023.

Lonjakan penumpang itu, kata Anne, terutama terpusat di dua titik: Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok. Stasiun Ancol mencatat ratusan ribu pergerakan penumpang masuk dan keluar selama sembilan bulan itu. Sementara Stasiun Tanjung Priok angkanya jauh lebih besar, menembus lebih dari 2 juta pengguna Gate In.

“Potensi kepadatan di dua stasiun tersebut menjadi dasar penting bagi KAI untuk memperkuat akses transportasi melalui pembangunan Stasiun JIS. Ini adalah wujud penerapan kebijakan berbasis data dalam setiap langkah strategis perusahaan,” tegas Anne.

Jadi, selain menambah stasiun baru, kehadiran jalur KRL dari Rawajati ke Tanjung Priok nantinya diharapkan bisa meratakan beban dan membuka akses baru. Semua menunggu Juni 2026.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar