Nomor Ponsel Pengantar Jenazah Sutrimo Mati, Keluarga Mulai Curiga

- Senin, 10 Agustus 2026 | 17:42 WIB
Nomor Ponsel Pengantar Jenazah Sutrimo Mati, Keluarga Mulai Curiga

Keluarga Sutrimo, yang disebut-sebut sebagai kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, mulai angkat bicara. Pengacara keluarga, Aan Rohaeni, mengungkapkan bahwa nomor ponsel orang yang mengantar jenazah Sutrimo kini tidak bisa dihubungi.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Kecantikan Mordent, kawasan Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aan mengatakan, orang yang mengantar jenazah tersebut sempat bisa dihubungi, tetapi belakangan nomornya mati.

“Lalu orang yang nganter jenazah yang Hp-nya dulunya kemarin bisa dihubungi terus ternyata (nomor Hp-nya) mati,” kata Aan melalui sambungan telepon, Senin (10/8).

Menurut Aan, saat jenazah tiba, kondisi Sutrimo sudah dalam keadaan dikafani dan bersih. Keluarga pun tidak menaruh kecurigaan. Mereka mengira Sutrimo meninggal karena sakit gula, sebagaimana informasi yang disampaikan.

“Memang kan Sutrimo itu dibilangnya karena sakit, apa, gula, gulanya katanya sampai 600. Memang, memang punya riwayat gula,” ujarnya.

“Jadi ya pihak keluarga begitu datang jenazah karena orang Islam meyakini bahwa sebaik-baiknya jenazah itu langsung dikuburkan di hari yang sama begitu kan, maka datang jam 10 itu ya langsung dikubur gitu kan,” tambahnya.

Saat itu, orang yang mengantar jenazah berjanji akan mengirimkan ponsel dan barang-barang Sutrimo lainnya keesokan harinya. Namun, janji itu tak kunjung terpenuhi. Kecurigaan keluarga pun mulai muncul, terutama setelah pemberitaan mengenai kematian Sutrimo tersebar luas.

“Nah, kemudian berapa hari kemudian kan ada berita dan lain-lain. Pihak keluarga ya di satu sisi merasa ini ada apa sih gitu kan? Kan menjadi berita bagi orang desa itu kan bukan hal yang menyenangkan ya,” kata Aan.

Meski demikian, keluarga belum berani melapor saat itu. Setelah didampingi pengacara, mereka mulai terbuka. Ketidakpulangan dompet Sutrimo dan kejanggalan lain semakin memperkuat kecurigaan.

“Dompet enggak pulang dan lain-lain ya mereka juga kecurigaannya kan bertambah. Lalu juga orang yang itu (mengantar) kan kejanggalan,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags