Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menuai kecaman pedas dari dalam negeri Israel. Para pemimpin oposisi tak segan menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mereka tuduh gagal total mencapai tujuan perang.
Kesepakatan yang difasilitasi AS itu rencananya bakal berlaku selama dua minggu. Ini disebut-sebut sebagai upaya terakhir untuk mencegah kehancuran menyeluruh Iran, ancaman yang sebelumnya dilontarkan Presiden Donald Trump. Dari Gedung Putih, kabarnya Israel juga setuju dan bersedia menunda serangan terhadap Teheran.
Memang, kantor Netanyahu menyatakan dukungan atas keputusan Trump untuk menghentikan pengeboman. Tapi ada catatan penting. Mereka dengan tegas menegaskan bahwa gencatan ini "tidak termasuk Lebanon". Di sana, pasukan Israel masih berhadapan dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kritik paling keras datang dari Yair Lapid, pemimpin oposisi utama.
"Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kita. Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita,"
Artikel Terkait
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol