GIANYAR – Momentum sedang berpihak pada Bali United. Usai menghajar PSBS Biak dengan skor telak 6-1, tim Serdadu Tridatu itu kini bersiap menghadapi ujian sesungguhnya: melawan Persib Bandung di GBLA, Minggu nanti. Kemenangan besar itu bukan cuma soal tiga poin, tapi lebih pada kepercayaan diri yang kembali menggelegak. Setelah sempat terlihat goyah, mereka seperti menemukan kembali nyawanya.
Statistik pertandingan terakhir bicara banyak. Penguasaan bola nyaris 60 persen, ditambah hujan 23 tembakan ke arah gawang lawan. Angka-angka itu jelas menunjukkan gelombang serangan yang sulit dibendung. Tentu saja, ini modal berharga menjelang laga panas melawan sang pemuncak klasemen.
“Hasil ini bagus banget buat modal lawan Persib,” ujar pelatih Johnny Jansen.
Namun begitu, Jansen sama sekali tak mau terbuai. Dia tahu betul lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan. Persib punya skuad dalam dan kualitas individu yang mumpuni di hampir semua lini. Posisi mereka di puncak tabel bukanlah kebetulan.
Di sisi lain, ada memori pahit yang masih melekat dari pertemuan pertama. Waktu itu, Bali United harus bermain dengan sepuluh pemain lebih dini. Kartu merah itu merusak segalanya; kendali permainan lepas dan poin pun hilang. Itu pelajaran mahal.
Artikel Terkait
Bali United Hajar PSBS Biak 6-1, Ferrari dan Yachida Jadi Pahlawan
Juventus Incar Darwin Nunez, Lihat Peluang dari Situasi Tak Pasti di Al Hilal
Persib Siap Hadapi Bali United dengan Skuad yang Mulai Pulih
Real Madrid Tersungkur di Bernabeu, Alvaro Carreras Jadi Sasaran Kritik