Djoko Siswanto, sang Kepala SKK Migas, tak ragu memberi pujian. Kali ini, apresiasinya tertuju pada Bareskrim Polri yang berhasil membongkar jaringan penyalahgunaan BBM dan elpiji bersubsidi di sejumlah daerah. Menurutnya, langkah tegas ini punya andil besar dalam menjaga harga agar tetap stabil.
"Kami dari SKK Migas ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Polri dan TNI, khususnya kepada Bareskrim, atas komitmen dan konsistensinya dalam penegakan hukum di sektor energi,"
Demikian penegasan Djoko dalam konferensi pers yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa lalu.
Memang, praktik ilegal semacam ini bukan cuma soal kerugian finansial negara. Lebih jauh, ia mengacaukan distribusi energi bersubsidi yang seharusnya tepat sasaran ke masyarakat. Djoko menyoroti dua modus yang kerap terjadi: pengeboran liar dan pencurian minyak lewat pipa. Penindakannya, tegas dia, adalah langkah krusial untuk memastikan tata kelola energi berjalan sesuai koridor aturan.
Di sisi lain, pemerintah sendiri terus berjuang menahan gejolak harga. Upaya menjaga harga BBM dan elpiji bersubsidi agar tak naik, diakui Djoko, bukan pekerjaan mudah. Terutama di tengah kondisi global yang serba tidak menentu.
"Pemerintah telah berupaya dengan sekuat tenaga untuk tidak menaikkan harga BBM, di antaranya adalah, juga tidak menaikkan harga elpiji, dari gejolak global yang sedemikian rupa tidak tentu arah," jelasnya.
Namun begitu, upaya itu tentu harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Sinergi antara penegakan hukum dan kebijakan stabilisasi harga, itulah kuncinya.
Artikel Terkait
Separuh Hewan Kurban Masjid Istiqlal Disumbang Masyarakat Umum dan Non-Muslim, Bukti Kebersamaan Lintas Iman
Rumah YouTuber Bone Dibobol Maling Saat Salat Idul Adha, Emas 500 Gram dan Rp50 Juta Raib
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban ke PB IKA PMII untuk Iduladha 1447 H
IRGC Nilai Peluang Perang dengan AS Rendah, tapi Iran Siaga Penuh di Tengah Pelanggaran Gencatan Senjata