Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan

- Kamis, 09 April 2026 | 00:30 WIB
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan

Kedutaan Besar Australia dan Pemerintah Kota Palembang sepakat untuk memperdalam kerja sama. Fokusnya? Berbagai proyek yang menyentuh langsung persoalan kota: mulai dari sanitasi modern, cara mengelola limbah, hingga pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, tak menyembunyikan antusiasmenya. Menurutnya, kolaborasi ini datang di waktu yang tepat.

"Palembang masih sangat membutuhkan dukungan kerja sama dengan Pemerintah Australia, terutama dalam hal sanitasi dan lingkungan, kami bersyukur pertemuan ini berlangsung positif," ujar Ratu Dewa.

Pernyataan itu disampaikannya usai menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Palembang, Rabu lalu. Ratu Dewa menjelaskan, kerja sama yang dipererat ini akan diwujudkan dalam sejumlah program strategis. Misalnya, pengelolaan persampahan yang lebih baik dan penerapan sistem instalasi pengolahan air limbah atau IPAL.

Di sisi lain, Dubes Brazier juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak Pemkot. Kunjungannya bukan sekadar formalitas. Ia menegaskan kembali komitmen negaranya.

"Saya ingin sekali bekerja sama dengan Pemkot Palembang agar hubungan Australia dan Indonesia, khususnya Palembang, semakin erat dan bermanfaat bagi kedua pihak," ucap Roderick.

Intinya, dia berjanji Australia akan terus mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di ibu kota Sumatera Selatan itu. Pertemuan ini, meski terkesan rutin, membawa angin segar. Palembang yang punya sejarah panjang dan dinamika kota yang kompleks, jelas membutuhkan terobosan dalam mengatasi masalah sanitasi dan lingkungan. Sinergi dengan Australia diharapkan bisa memberi percepatan.

Nah, tinggal nanti realisasinya di lapangan seperti apa. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar