Begitu bunyi pernyataan Lapid di media sosial X, seperti dilaporkan AFP, Rabu lalu. Suaranya keras dan penuh kekecewaan.
"Militer telah melaksanakan semua yang diminta dari mereka, dan masyarakat menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Tapi Netanyahu telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun tujuan yang telah dia tetapkan sendiri,"
Memang, sejak awal Netanyahu punya target ambisius. Yang utama adalah memusnahkan atau setidaknya melumpuhkan program nuklir Iran, yang dia sebut sebagai "ancaman eksistensial" bagi Israel. Selain itu, dia juga ingin menetralisir kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan rezimnya, dan membendung pengaruh regional Teheran dengan memukul kelompok-kelompok sekutunya.
Nyatanya, jalan yang ditempuh kini justru gencatan senjata. Bagi Lapid, langkah ini adalah bukti kegagalan.
"Akan butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu," katanya lagi. Semua ini, menurutnya, berakar pada kesombongan, kelalaian, dan rencana strategis yang amburadul.
Artikel Terkait
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol