JAKARTA – Meski situasi di Timur Tengah masih memanas, ibadah haji tahun 2026 dipastikan bakal berjalan aman dan sesuai rencana. Itu jaminan langsung dari pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Intinya, seluruh proses ibadah akan tetap terkendali, tak terganggu oleh gejolak geopolitik yang terjadi.
Kepastian ini keluar setelah pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah kita dengan Duta Besar Arab Saudi, Faisal bin Abdullah Alamudi. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menegaskan satu hal: semua rangkaian haji akan berlangsung normal. Arab Saudi sendiri menjamin keamanan di sana tetap terjaga, sehingga jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia bisa beribadah dengan tenang. Konflik yang ada dinilai tidak berdampak langsung pada operasional haji.
Nah, dari sisi persiapan, Indonesia juga sudah hampir selesai. Bahkan, persiapannya dikatakan hampir mencapai 100 persen. Semua kebutuhan utama jemaah, mulai dari visa, tempat menginap, sampai urusan makan, semuanya sudah disiapkan. Tinggal menunggu hari H saja. Hal ini bikin pemerintah yakin, pemberangkatan nanti akan berjalan mulus.
Lalu, kapan tepatnya keberangkatan dimulai?
Targetnya, jemaah kloter pertama akan mulai masuk asrama pada 21 Mei 2026. Keberangkatan menuju Tanah Suci sendiri dijadwalkan keesokan harinya, tanggal 22 Mei. Untuk skema penerbangannya, mayoritas jemaah reguler akan menikmati penerbangan langsung. Skema ini sengaja dipilih biar perjalanan lebih nyaman dan efisien.
Namun begitu, untuk jemaah haji khusus, masih ada beberapa yang harus transit. Pemerintah sudah meminta penyelenggara terkait untuk cari solusi, agar ke depannya makin banyak jemaah yang bisa terbang langsung tanpa singgah.
Yang menarik, di tengah gejolak harga BBM global yang meroket, biaya haji justru turun. Pemerintah bersama DPR RI sepakat memotong biaya penyelenggaraan haji tahun depan sebesar Rp2 juta dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan ini jelas untuk menjaga keterjangkauan, agar ibadah tetap bisa dijangkau masyarakat.
Memang, biaya operasional terutama transportasi udara meningkat. Tapi komitmen pemerintah untuk menstabilkan biaya tetap kuat. Tujuannya satu: pelayanan optimal tanpa membebani jemaah lebih berat.
Dengan kesiapan yang nyaris sempurna dan jaminan keamanan dari Saudi, pelaksanaan haji 2026 diyakini bakal lancar. Jadi, para calon jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan hati dan diri, untuk menjalankan rukun Islam kelima dengan tenang dan khusyuk.
Artikel Terkait
Gunungan Hasil Bumi Warnai Puncak HUT ke-51 TMII
Pratikno: Transisi Pengelolaan Haji Harus Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi ke Harga Pangan
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 1.000 Meter