PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat realisasi arus peti kemas sebanyak 6,42 juta Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) sepanjang Januari hingga April 2026. Capaian ini menunjukkan peningkatan sebesar tujuh persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 5,99 juta TEUs.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa kinerja positif tersebut didorong secara signifikan oleh geliat aktivitas ekspor dan impor. Menurutnya, segmen internasional mencatat pertumbuhan sekitar 11 persen, dengan ekspor naik 10 persen dan impor meningkat 12 persen. “Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan segmen internasional yang meningkat sekitar 11 persen, dengan ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (30/5/2026).
Sementara itu, pada lini peti kemas domestik, terjadi eskalasi total sebesar empat persen. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas bongkar yang meningkat lima persen dan aktivitas muat yang naik empat persen.
Mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas turut mengalami ekspansi. Beberapa di antaranya meliputi produk lemak serta minyak hewan atau nabati yang naik 7,95 persen, mesin dan alat mekanis tumbuh 9,26 persen, mesin serta perlengkapan elektrik meningkat 4,9 persen, hingga berbagai produk kimia yang melesat 12,27 persen.
Di sisi impor, lonjakan signifikan terlihat pada komoditas mesin dan peralatan mekanis yang mencapai 22,1 persen, mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 17,91 persen, instrumen optik sebanyak 20,8 persen, serta berbagai produk kimia yang melonjak hingga 36,31 persen.
Muchtasyar menambahkan bahwa pertumbuhan arus peti kemas ini juga terlihat nyata di sejumlah gerbang pelabuhan utama nasional yang melayani perdagangan luar negeri, seperti Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, serta Tanjung Perak di Surabaya. “Aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan utama tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok dan distribusi perdagangan nasional tetap aktif,” tuturnya.
Untuk arus domestik, Pelabuhan Tanjung Priok mencatatkan pertumbuhan sebesar delapan persen yang dipicu oleh tingginya pengiriman peti kemas menuju wilayah Indonesia bagian timur. Di saat yang sama, Pelabuhan Tanjung Perak tumbuh dua persen berkat optimalisasi layanan menuju Makassar, Kendari, serta Berau. Pelabuhan Makassar pun membukukan pertumbuhan tujuh persen, yang didorong oleh arus pergerakan komoditas pertanian seperti jagung, beras, dan palawija, seiring dengan meningkatnya denyut ekonomi di Sulawesi Selatan dan daerah sekitarnya.
Artikel Terkait
Nvidia Siap Masuki Pasar Prosesor PC, Gandeng Microsoft dan Dell untuk Chip Pertama
Investasi Batu Bara Global Tembus Rekor Rp3.200 Triliun di Tengah Lonjakan Energi Terbarukan
Ekspor Minyak Mentah AS Tembus Rekor Tertinggi di Tengah Gangguan Pasokan Timur Tengah
Siti Annisafa Oceania Raih Wisudawan Terbaik UPI Berkat Konsistensi Belajar 10 Menit Sehari