Nvidia, perusahaan semikonduktor yang dikenal luas berkat chip untuk kecerdasan buatan (AI), dikabarkan akan memasuki pasar prosesor komputer pribadi (PC) untuk pertama kalinya. Langkah ini menjadi sinyal persaingan baru di industri teknologi yang selama ini didominasi oleh Intel dan AMD.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada Sabtu (30/5/2026), Nvidia disebut akan meluncurkan komputer Windows pertama yang menggunakan chip buatannya sebagai prosesor utama dalam waktu dekat, tepatnya pekan depan. Rencana ini tidak berjalan sendiri. Menurut sejumlah sumber yang mengetahui proyek tersebut, Nvidia menggandeng Microsoft sebagai mitra strategis.
Kedua perusahaan dikabarkan akan mengumumkan kerja sama ini dalam dua ajang bergengsi, yaitu pameran dagang Computex di Taiwan dan konferensi pengembang Build Microsoft di San Francisco. Kehadiran di dua acara besar itu menunjukkan keseriusan Nvidia untuk menancapkan pengaruhnya di segmen prosesor PC.
Di sisi lain, kabar ini juga menyebutkan bahwa chip buatan Nvidia tidak hanya akan digunakan pada perangkat Microsoft, melainkan juga pada PC buatan Dell. Hal ini memperkuat indikasi bahwa Nvidia tengah membangun ekosistem prosesor yang lebih luas, tidak terbatas pada satu merek.
Dalam unggahan di platform X pada Jumat, Nvidia hanya menuliskan satu kalimat singkat: "Era baru PC." Ungkapan itu langsung memicu spekulasi di kalangan pengamat dan pelaku industri mengenai seberapa besar perubahan yang akan dibawa perusahaan tersebut ke pasar prosesor.
Perlu dicatat, Nvidia memulai perjalanan bisnisnya dengan memproduksi chip grafis untuk PC. Selama bertahun-tahun, perusahaan yang bermarkas di Santa Clara, California, itu telah berupaya masuk ke bisnis prosesor utama komputer. Kini, dengan dukungan Microsoft dan Dell, ambisi tersebut tampaknya mulai menemukan jalannya.
Artikel Terkait
PDIP Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli UGM saat Safari Politik ke Daerah
Warga Bekasi Timur Geger Temuan Benda Mirip Granat Nanas di Tempat Pembuangan Sampah
Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 6,42 Juta TEUs hingga April 2026, Didorong Ekspor-Impor
Investasi Batu Bara Global Tembus Rekor Rp3.200 Triliun di Tengah Lonjakan Energi Terbarukan