Polrestabes Makassar baru saja membongkar modus baru peredaran narkotika yang bikin geleng-geleng kepala. Namanya tembakau sintetis, atau yang lebih akrab disebut sinte. Sekarang, barang haram ini makin licin dan susah dilacak.
Dalam rentang waktu Maret sampai pertengahan April 2026, polisi berhasil mengungkap sejumlah kasus. Yang menarik, mereka nemuin pola distribusi yang beda dari biasanya. Ada yang bentuknya cair ya, liquid sampai sistem transaksi yang nggak perlu ketemuan langsung.
Lokasinya di Makassar. Barang bukti yang diamankan sekitar satu kilogram sinte. Dari situ, penyelidikan terus dikembangin. Hasilnya, sembilan orang udah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga nemuin satu gudang penyimpanan yang dipakai para pelaku.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febriyantara, ngasih penjelasan cukup panjang soal ini. Menurut dia, peredaran sinte sekarang nggak cuma dalam bentuk tembakau yang disemprot bahan kimia. Sekarang, mereka juga ngolahnya jadi cairan buat rokok elektrik atau vape. Keren-keren gitu.
“Bahan baku Sinte ini dibeli dari luar negeri, dari China. Dalam bentuk bubuk atau bibit berupa selai saos,” kata Lulik.
Nah, cara kerjanya gini. Pelaku mencampur bibit yang mirip saos itu ke tembakau secara manual. Untuk yang bentuk liquid, mereka campur dengan alkohol. Nggak ada takaran pasti, asal comot. Abis itu, dikemas dalam botol kecil yang kelihatan persis kayak produk legal. Liquid palsu, gitu loh.
Soal harga, bahan baku ini dibeli sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta. Setelah diolah, dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Lumayan kan? Tapi ya, ini barang haram.
Peredarannya juga nggak sembunyi-sembunyi. Mereka jualan di tempat umum kayak kafe dan lokasi hiburan. Susah banget dibedain dari produk biasa. Ditambah lagi, pemasaran lewat media sosial WhatsApp, Instagram, semua dipake.
Sistem transaksinya makin rapi. Pembeli nggak perlu ketemu langsung sama penjual. Cukup bayar, terus barang ditaruh di lokasi tertentu. Ambil sendiri. Minim risiko ketahuan.
Dari sisi pemakaian, sinte dalam bentuk vape ini lebih susah dikenali. Efeknya cuma sekitar 15 sampai 20 menit. Akibatnya, pengguna cenderung ngonsumsi berulang kali dalam waktu singkat. Kayak kecanduan, tapi lebih cepat.
“Penggunaan barang seperti ini juga menyulitkan kita dalam pembuktian, karena hasil tes urine biasanya menunjukkan negatif,” pungkas Lulik.
Meski begitu, polisi nggak tinggal diam. Mereka bilang bakal terus ngelakuin penindakan terhadap jaringan peredaran. Sosialisasi soal bahaya narkotika di masyarakat juga bakal digencarkan. Semoga aja ini bisa bikin efek jera, ya.
Artikel Terkait
Nelayan Temukan Satu Kilogram Sabu Terdampar di Pesisir Pangkep, Polisi Selidiki Jaringan Narkoba
Anggota DPR Minta Pemerintah Tak Lengah Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem El Nino Godzilla
Suami di Minahasa Utara Ancam Istri dengan Senapan Angin, Polisi Amankan Pelaku dalam 15 Menit
Kakek 72 Tahun Jadi Buronan 7 Bulan Usai Aniaya Majikan hingga Jari Putus karena Masalah Upah