Dari Lahan Polda Riau, Lahir Tabung Harmoni Hijau untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan

- Rabu, 07 Januari 2026 | 13:55 WIB
Dari Lahan Polda Riau, Lahir Tabung Harmoni Hijau untuk Ketahanan Pangan dan Lingkungan

Lahan yang dulu mungkin tak terlalu diperhatikan di kompleks Polda Riau, kini berubah total. Tempat yang baru diresmikan dengan nama "Tabung Harmoni Hijau" itu, ternyata bukan cuma sekadar taman atau kebun biasa. Ia telah bertransformasi jadi kawasan produktif terpadu yang cukup ambisius. Bayangkan, dari sebuah pusat pembibitan pohon, ia berkembang menjadi suatu area lengkap dengan perkebunan dan peternakan. Tujuannya jelas: mendukung ketahanan pangan dan keamanan ekologi di wilayah itu.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, yang meresmikan tempat ini punya penekanan khusus. Menurutnya, inovasi ini adalah jawaban strategis. Ia menyatukan tiga hal yang seringkali berjalan sendiri-sendiri: kepentingan sosial, ekologi, dan tentu saja, kebijakan publik.

Nah, salah satu peran utamanya yang cukup mencolok adalah sebagai pusat hilirisasi pangan. Ini terkait erat dengan program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Intinya, kawasan ini dirancang untuk menyuplai bahan pangan segar dan berkualitas langsung ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

"Ini adalah tempat hilirisasi. Penyiapan bahan makanan yang akan disuplai ke dapur SPPG, bahan bakunya berasal dari sini,"

kata Irjen Herry di Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).

Kalau kita lihat ke lapangan, aktivitasnya cukup padat. Lahan diolah secara produktif melalui beragam unit usaha. Ada perkebunan sayuran hidroponik, lalu peternakan ayam petelur dengan populasi ratusan ekor. Tidak ketinggalan, puluhan ribu ekor ikan nila dan patin dibudidayakan dalam kolam jaring apung. Yang menarik, ada juga puluhan ekor kambing yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban nantinya. Semua terkelola dalam satu area.

Lebih Dari Sekadar Tanam-Tanaman

Namun begitu, visinya lebih dalam dari sekadar urusan perut. Tabung Harmoni Hijau ini sebenarnya adalah aktualisasi nyata dari semangat Green Policing. Di sisi lain, program ini juga berfungsi sebagai stimulus untuk membangun ekosistem bisnis, khususnya yang berbasis koperasi produksi.

"Koperasi produksi ini adalah wujud nyata untuk memerdekakan ekonomi masyarakat melalui cara-cara yang ramah lingkungan,"

jelas jenderal bintang dua tersebut.

Bagi internal Polri sendiri, tempat ini punya nilai strategis lain. Ia difungsikan sebagai pusat pelatihan dan edukasi lingkungan. Bahkan, lahan ini dipersiapkan sebagai wadah pembekalan kewirausahaan bagi personel yang akan pensiun, agar mereka tetap produktif usai mengabdi.

Selaras dengan program Green City Pemkot Pekanbaru, aspek pelestarian tetap jadi perhatian. Di sini ada 'Bank Pohon' dan pusat pembibitan yang cukup serius. Berdasarkan data terbaru, ada lebih dari 17 ribu batang pohon yang dibibit di area tersebut. Pengelolaan limbahnya pun dilakukan secara mandiri, melalui bank pakan dan pupuk organik, menutup rantai produksi dengan rapi.

Menutup sambutannya, Kapolda Riau mengutip pesan Presiden tentang keseimbangan alam.

"Kebijakan publik kita jelas; kita harus jaga alam dan alam akan menjaga kita,"

tuturnya.

Harapannya, model Tabung Harmoni Hijau ini bisa jadi contoh yang bisa diikuti komunitas lain se-Riau. Irjen Herry juga tak lupa memberikan apresiasi kepada Karo SDM Polda Riau, yang dinilai berkontribusi nyata dalam mewujudkan program sarat makna ini. Sebuah langkah kecil yang dampaknya mudah-mudahan bisa dirasakan banyak orang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar