Lahan yang dulu mungkin tak terlalu diperhatikan di kompleks Polda Riau, kini berubah total. Tempat yang baru diresmikan dengan nama "Tabung Harmoni Hijau" itu, ternyata bukan cuma sekadar taman atau kebun biasa. Ia telah bertransformasi jadi kawasan produktif terpadu yang cukup ambisius. Bayangkan, dari sebuah pusat pembibitan pohon, ia berkembang menjadi suatu area lengkap dengan perkebunan dan peternakan. Tujuannya jelas: mendukung ketahanan pangan dan keamanan ekologi di wilayah itu.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, yang meresmikan tempat ini punya penekanan khusus. Menurutnya, inovasi ini adalah jawaban strategis. Ia menyatukan tiga hal yang seringkali berjalan sendiri-sendiri: kepentingan sosial, ekologi, dan tentu saja, kebijakan publik.
Nah, salah satu peran utamanya yang cukup mencolok adalah sebagai pusat hilirisasi pangan. Ini terkait erat dengan program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Intinya, kawasan ini dirancang untuk menyuplai bahan pangan segar dan berkualitas langsung ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
kata Irjen Herry di Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).
Kalau kita lihat ke lapangan, aktivitasnya cukup padat. Lahan diolah secara produktif melalui beragam unit usaha. Ada perkebunan sayuran hidroponik, lalu peternakan ayam petelur dengan populasi ratusan ekor. Tidak ketinggalan, puluhan ribu ekor ikan nila dan patin dibudidayakan dalam kolam jaring apung. Yang menarik, ada juga puluhan ekor kambing yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban nantinya. Semua terkelola dalam satu area.
Lebih Dari Sekadar Tanam-Tanaman
Namun begitu, visinya lebih dalam dari sekadar urusan perut. Tabung Harmoni Hijau ini sebenarnya adalah aktualisasi nyata dari semangat Green Policing. Di sisi lain, program ini juga berfungsi sebagai stimulus untuk membangun ekosistem bisnis, khususnya yang berbasis koperasi produksi.
Artikel Terkait
Wiyagus Apresiasi Penanganan Banjir Sitiro, Meski Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Berat
Jadwal SNBP 2026 Sudah Keluar, Ini Tahapan yang Harus Disiapkan Sekolah dan Siswa
Harapan Terakhir di Labuan Bajo: Keluarga Minta Pencarian Korban Tenggelam Diperpanjang
Bengkel Spare Part Motor di Citeureup Ludes Dilahap Api Subuh