MURIANETWORK.COM - Laga sengit antara dua raksasa Arab Saudi, Al-Hilal dan Al-Ittihad FC, berakhir imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Profesional, Sabtu (22/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar di Stadion Pangeran Faisal bin Fahd, Riyadh, ini diwarnai momentum dramatis, termasuk gol cepat dan kartu merah yang justru membangkitkan perlawanan sengit dari tim tamu.
Start Cepat dan Momentum Berbalik
Didukung puluhan ribu suporter di kandang sendiri, Al-Hilal langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak kick-off. Tekanan mereka segera membuahkan hasil. Baru lima menit berjalan, kerja sama apik antara Salem Al-Dawsari dan Malcom berhasil menembus pertahanan Al-Ittihad. Upan terobosan Al-Dawsari diselesaikan dengan dingin oleh winger asal Brasil itu, membuat stadion bergemuruh.
Namun, euforia tuan rumah tak berlangsung lama. Hanya berselang empat menit, situasi pertandingan berubah total. Bek Al-Ittihad, Hassan Kadesh, melakukan pelanggaran keras yang dinilai wasit berbahaya. Ia pun menerima kartu merah langsung, memaksa tim tamu bertahan dengan sepuluh pemain sejak menit kesembilan.
Mental Baja Sepuluh Pemain
Banyak yang mengira kejadian itu akan memuluskan jalan Al-Hilal menuju kemenangan. Nyatanya, justru sebaliknya. Al-Ittihad, dipimpin oleh pelatih yang berpengalaman, menunjukkan organisasi pertahanan yang rapat dan disiplin. Mereka bertahan dengan kompak, menahan gempuran, dan perlahan mulai membangun serangan balik yang berbahaya.
Memasuki babak kedua, keberanian tim tamu mulai terbayar. Mereka tak hanya bertahan, tetapi juga mengambil inisiatif. Pada menit ke-53, kesabaran mereka akhirnya terbalas. Sebuah serangan balik cepat berujung pada gol penyama kedudukan.
"Houssem Aouar berhasil mencetak gol penyeimbang setelah menerima assist dari rekannya di lini tengah," jelas komentator yang melaporkan langsung dari pinggir lapangan.
Perburuan Gol Penentu yang Tak Kunjung Datang
Gol tersebut seperti menyulut semangat baru di kedua kubu. Skor 1-1 membuat laga kembali terbuka dan berjalan dengan tempo tinggi. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain, memasangkan penyerang dan gelandang kreatif untuk mencari celah. Intensitas duel meningkat, terlihat dari beberapa kartu peringatan yang dibagikan wasit.
Al-Hilal mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus blok pertahanan Al-Ittihad yang tampil heroik. Beberapa peluang tercipta, namun baik kiper maupun bek-bek tamu tampil solid. Di sisi lain, serangan balik sporadis Al-Ittihad tetap menyimpan ancaman hingga menit akhir.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri pertarungan sengit itu. Kedua tim harus puas berbagi satu poin. Hasil ini tentu menimbulkan perasaan berbeda; Al-Hilal mungkin kecewa gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain, sementara Al-Ittihad layak mendapat pujian atas karakter dan daya juang luar biasa yang ditunjukkan sepanjang 80 menit lebih dalam kondisi inferior.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Tegas Pencucian Uang dari Tambang Emas Ilegal
PSG Tundukkan Metz 3-0, Perkuat Puncak Klasemen Ligue 1
Osasuna Kalahkan Real Madrid 2-1 Berkat Gol Pamungkas Garcia
Bayern Muenchen Tahan Kejar Frankfurt untuk Raih Kemenangan 3-2