MURIANETWORK.COM - Sebuah tradisi unik dalam menjalankan ibadah Ramadan dapat ditemui di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Salat Tarawih di Masjid Nurul Ikhsan, Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, dikenal memiliki durasi yang sangat panjang, mencapai lebih dari tiga jam setiap malamnya. Ritual yang dimulai usai salat Isya dan berakhir mendekati tengah malam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah yang ingin mendalami lantunan Al-Qur'an selama bulan suci.
Rahasia di Balik Durasi Panjang
Lama waktu salat bukanlah tanpa alasan. Inti dari praktik ini terletak pada jumlah bacaan Al-Qur'an yang dilantunkan. Setiap malam, imam yang memimpin salat membacakan tiga juz kitab suci, sebuah jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebanyakan pelaksanaan Tarawih pada umumnya. Untuk menjaga stamina dan kefasihan bacaan, pengelola masjid memiliki sistem khusus dengan melibatkan lima orang imam yang bertugas secara bergiliran.
“Di Masjid Nurul Ikhsan ini kami menyediakan lima orang imam yang bertugas secara bergantian. Mereka semua adalah para santri dan kiai penghafal Al-Qur'an (Hafidz),” jelas pendiri masjid, Ikhsan Abdullah.
Antara Kelelahan Fisik dan Ketenangan Batin
Durasi yang panjang tentu menjadi tantangan fisik tersendiri. Pengelola masjid pun memahami hal ini dan memberikan kelonggaran bagi jemaah. Suasana di dalam masjid kerap memperlihatkan beberapa jemaah yang beristirahat sejenak, duduk, atau bahkan berbaring di sisi ruangan untuk memulihkan tenaga sebelum kembali menyempurnakan saf salat mereka.
Artikel Terkait
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya
Menteri Pertanian Soroti Rembesan Gula Rafinasi yang Rugikan Petani dan BUMN
Prabowo Ingatkan Ancaman Manipulasi AI dan Akun Palsu di Media Sosial
Warga Makassar Tertipu Rp12 Juta dalam Penawaran Tukar Uang Baru di Facebook