Ratusan Lampion Meriahkan Perayaan Waisak di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto

- Minggu, 31 Mei 2026 | 01:15 WIB
Ratusan Lampion Meriahkan Perayaan Waisak di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto

Ratusan lampion warna-warni menyala di kawasan Bundaran HI, Jakarta, mengubah wajah jalanan yang biasa padat kendaraan menjadi lokasi penuh cahaya yang menarik perhatian warga. Pemandangan itu mengundang banyak orang yang melintas untuk berhenti sejenak dan mengabadikan momen bersama keluarga maupun teman.

Salah satu pengunjung, Shelvi, 42, warga Tangerang, mengaku sengaja datang pada Sabtu sore, 30 Mei 2026, untuk melihat langsung atraksi tersebut. “Khusus mau lihat lampionnya ya, foto-foto,” ujarnya. Ia tidak datang sendirian, melainkan mengajak sang ibu serta beberapa temannya untuk menikmati suasana sore di Bundaran HI.

Sebagai seorang yang beragama Buddha, Shelvi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menggelar festival lampion dalam rangka perayaan Hari Waisak. Menurutnya, keberagaman perayaan keagamaan di ibu kota patut diapresiasi. “Ya, seneng banget ya. Saya kan lihat ragam acara keagamaan dari Imlek, ada juga perayaan hari raya lain ada semua,” ucapnya.

Selama berada di lokasi, Shelvi menyempatkan diri mengunjungi sejumlah spot yang disediakan. Salah satunya adalah Lotus Light Pathaway, sebuah lorong yang dipenuhi ratusan lampion warna-warni. Selain itu, ia juga melihat replika Candi Borobudur yang diberi nama The Enlightened Candi.

Shelvi berharap acara bertajuk “Illumination of Jakarta: Glow of Peace” dapat terus digelar setiap tahun. Ia juga meminta agar Pemprov DKI mempermudah akses bagi warga yang ingin menikmati lampion di setiap titik lokasi. “Ya, kalau bisa lebih rame ya. Mungkin karena ini kita bukan casting day ya, jadi nggak bisa sembarang jalan-jalan ke sebelah sana gitu. Jadi lebih ke akses ya,” pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar