Drama adu penalti yang menegangkan di Puskás Aréna, Minggu dini hari WITA, akhirnya memahkotai Paris Saint-Germain sebagai juara Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menaklukkan Arsenal dengan skor 1-1 (4-2).
Setelah bermain imbang selama 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui titik putih. PSG tampil lebih tenang dan efektif dalam eksekusi penalti, mengamankan trofi Liga Champions kedua mereka secara beruntun.
Arsenal sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Baru lima menit pertandingan berjalan, Kai Havertz sukses memanfaatkan kesalahan lini belakang PSG dan membawa The Gunners unggul 1-0. Gol tersebut membuat Arsenal bertahan disiplin sepanjang babak pertama meski terus mendapat tekanan dari PSG yang mendominasi penguasaan bola.
Keunggulan Arsenal bertahan hingga turun minum sebelum PSG akhirnya menemukan momentum kebangkitan di babak kedua. PSG berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui penalti Ousmane Dembélé. Hadiah penalti diberikan setelah pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang Arsenal. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan.
PSG semakin agresif menekan, sementara Arsenal lebih fokus menjaga keseimbangan pertahanan hingga waktu normal berakhir. Ketegangan mencapai puncaknya saat pertandingan memasuki babak adu penalti.
PSG membuka adu penalti dengan baik melalui eksekusi Gonçalo Ramos yang sukses menaklukkan David Raya. Arsenal membalas lewat Viktor Gyökeres sehingga skor tetap seimbang. Désiré Doué kembali membawa PSG unggul setelah sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo. Namun momentum penting terjadi ketika Eberechi Eze gagal mencetak gol pada penendang kedua Arsenal.
PSG sempat mendapat pukulan saat Nuno Mendes gagal menuntaskan penalti ketiga. Akan tetapi Arsenal gagal memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal. Declan Rice dan Gabriel menjadi sorotan setelah Arsenal kehilangan kesempatan penting dalam rangkaian adu penalti. Di sisi lain, Achraf Hakimi dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugas mereka dengan sempurna untuk memastikan kemenangan PSG.
Salah satu sosok kunci kemenangan PSG adalah penjaga gawang Matvey Safonov. Kiper asal Rusia tersebut tampil tenang sepanjang adu penalti dan berhasil memberikan tekanan besar kepada para eksekutor Arsenal. Penyelamatan penting yang dilakukannya menjadi faktor utama keberhasilan PSG mempertahankan mahkota Liga Champions.
"PSG menunjukkan mental juara ketika pertandingan memasuki momen paling menentukan," kata komentator.
Bagi Arsenal, hasil ini menjadi pukulan besar. Setelah tampil luar biasa sepanjang musim dan hanya berjarak satu langkah dari sejarah, mereka kembali harus menunda mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Meski demikian, performa skuad asuhan Mikel Arteta tetap mendapat apresiasi tinggi karena mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan hingga adu penalti.
Sementara itu, PSG semakin mengukuhkan status mereka sebagai kekuatan baru sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions dalam dua musim beruntun.
Artikel Terkait
BNPB: Ribuan Jiwa Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia
Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal Berujung Adu Penalti setelah 120 Menit Imbang 1-1
Perempuan Indramayu Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan Pulang Setelah Lima Bulan Alami Kekerasan di China
Fajar/Fikri ke Final Singapore Open 2026, Kalahkan Unggulan China dengan Skor Telak