Iran akhirnya membalas. Tidak lama setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat menghantam wilayahnya, rudal-rudal balasan Iran meluncur dan menghantam pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain. Ini adalah respons langsung yang tegas.
Menurut Garda Revolusi Islam, serangan itu terjadi di tengah-tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung. Mereka dengan jelas menyatakan, pangkalan militer AS akan selalu menjadi target sah jika "Negeri Paman Sam" itu memulai serangan. Ancaman itu kini menjadi kenyataan.
Namun begitu, sasarannya ternyata jauh lebih luas. Rudal-rudal Iran tidak hanya berhenti di Bahrain. Mereka juga menuju pangkalan udara AS Al-Udeid di Qatar, Ali Al-Salim di Kuwait, dan Al Dhafra di Uni Emirat Arab. Rentetan serangan ini menggambarkan skala balasan yang dipersiapkan Iran.
Belum selesai. Sasaran lain juga mencakup fasilitas AS di Riyadh, Arab Saudi, serta di Yordania. Yang terbaru, laporan menyebut pangkalan AS Al Harir di Irak juga ikut dihantam. Situasinya berkembang cepat dan makin panas.
Operasi ini diberi nama "Janji Sejati" atau "True Promise" oleh IRGC. Disebutkan sebagai operasi keempat, aksi ini mereka klaim sebagai tanggapan atas agresi "Amerika Zionis" di tanah Iran.
Pernyataan resmi datang dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pagi tadi. Mereka menegaskan bahwa rakyat Iran telah menjadi sasaran operasi udara yang dilakukan oleh apa yang mereka sebut "rezim AS yang kejam", yang bekerja sama dengan "rezim Zionis yang korup".
Nada pernyataan itu keras, penuh amarah, dan sekaligus menjadi justifikasi untuk segala aksi balasan yang telah diluncurkan. Ketegangan di kawasan ini, tampaknya, belum akan mereda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Jaksel Gelar Operasi Kurangi Populasi Ikan Sapu-sapu di Situ Babakan
18 Tewas dalam Kebakaran Minibus di Jalan Raya Zimbabwe
Napi Korupsi Rp233 Miliar Ditemukan Nongkrong di Warung Kopi Kendari
Buronan Narkoba 58 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap Setelah 6 Bulan Kabur