Pengendara Motor Tewas Terperosok ke Lubang Galian Proyek Jalan di Lebak

- Minggu, 31 Mei 2026 | 00:50 WIB
Pengendara Motor Tewas Terperosok ke Lubang Galian Proyek Jalan di Lebak

Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terperosok ke dalam lubang galian proyek perbaikan jalan di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (29/5/2026) malam. Peristiwa nahas itu terjadi di ruas Jalan Kaduagung–Cileles, tepatnya di Kampung Bogo, Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur.

Korban bernama Mohammad Nur (28), warga asal Madura, mengalami luka berat akibat benturan keras setelah kendaraannya jatuh ke area galian proyek. Nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan tewas di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban mengendarai motor dari arah Cileles menuju Kaduagung. Saat tiba di lokasi proyek, kendaraannya diduga masuk ke jalur pekerjaan yang sedang dalam proses penggalian. Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setiawan, membenarkan bahwa kecelakaan tunggal tersebut menewaskan satu orang.

“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal di ruas jalan Kaduagung–Cileles yang mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia,” ujar Ipda Aris, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, korban diduga tidak mampu mengantisipasi kondisi jalan yang sedang dalam pengerjaan. “Korban diduga tidak dapat mengantisipasi kondisi jalan yang sedang dalam pekerjaan sehingga kendaraan terperosok ke area galian proyek dan korban terjatuh,” katanya.

Benturan keras yang dialami korban menyebabkan luka parah di sejumlah bagian tubuh. Ia tewas sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Petugas dari Polsek Cikulur dan Satlantas Polres Lebak yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengatur arus lalu lintas. Setelah proses evakuasi selesai, jasad korban dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah proses evakuasi, korban kemudian dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung untuk penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, peristiwa ini menjadi perhatian warga karena lokasi proyek dinilai minim penerangan saat malam hari. Sejumlah warga sekitar mengaku kondisi proyek jalan tersebut cukup berisiko bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari. Selain minim penerangan, warga menilai perlu ada rambu dan tanda peringatan yang lebih jelas agar pengendara dapat mengetahui adanya pekerjaan jalan di lokasi tersebut.

“Kalau malam gelap, apalagi kalau pengendara tidak hafal jalan bisa berbahaya. Harusnya ada pengamanan lebih jelas dan lampu peringatan,” ujar salah seorang warga.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan juga difokuskan pada standar pengamanan proyek jalan yang sedang berlangsung di lokasi kejadian.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar