Enam SD di Kulon Progo Tak Kebagian Murid Baru, Disdikpora Sebut Dampak Penurunan Demografi

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:12 WIB
Enam SD di Kulon Progo Tak Kebagian Murid Baru, Disdikpora Sebut Dampak Penurunan Demografi

Sebanyak enam sekolah dasar di Kabupaten Kulon Progo tidak mendapatkan satu pun murid baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Empat di antaranya adalah SD negeri, sementara dua lainnya swasta. Fenomena ini, menurut Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat, lebih disebabkan oleh perubahan struktur demografi ketimbang kualitas sekolah.

Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, mengungkapkan bahwa jumlah anak usia sekolah terus menurun seiring dengan rendahnya angka kelahiran. "Faktor utamanya penurunan demografi. Dengan semakin kecilnya angka kelahiran, juga menurun jumlah anak usia sekolah," katanya, Jumat (18/7).

Data SPMB menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara daya tampung dan jumlah pendaftar. Pada jenjang SD, tersedia 9.912 kursi di 334 satuan pendidikan, namun hanya 4.551 siswa yang diterima. "Suatu kesenjangan yang tidak dapat dipandang sebagai anomali sesaat, melainkan cerminan struktural dari tren penurunan jumlah anak usia sekolah," ujar Nur.

Menurutnya, kondisi ini bukan hal baru. Data kependudukan menurut kelompok usia sudah menunjukkan tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Minimnya jumlah murid baru, tegas Nur, tidak semata-mata dipengaruhi oleh kualitas masing-masing sekolah.

Berdasarkan dokumen yang diterima, sekitar 120 dari 334 SD di Kulon Progo memiliki jumlah murid baru kurang dari 10 siswa. Bahkan, satu sekolah swasta telah ditutup secara permanen. "Tutup permanen, dari pihak yayasan sudah menyampaikan surat pernyataan penutupan sekolah," kata Nur.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags