Dua konten kreator diduga menjadi korban intimidasi dan ancaman dari sekelompok preman saat tengah meliput proyek pembangunan kawasan Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi, Jumat siang. Peristiwa itu terjadi di lokasi proyek yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan menjadi sorotan publik setelah rekaman videonya viral di media sosial.
Video berdurasi beberapa menit yang memperlihatkan aksi dugaan persekusi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @myth.vlog. Dalam keterangan yang menyertai unggahan itu, pemilik akun melaporkan langsung kepada Gubernur Jabar KDM dan Wali Kota Bekasi, Tri, serta meminta agar kasus ini diusut tuntas oleh pihak berwajib.
"Lapor Pak Gubernur Jabar KDM, lapor Pak Wali Kota Bekasi, Pak Tri. YouTuber kemarin sore meliput proyek Kalimalang Bekasi mendapat intimidasi ancaman dan persekusi. Semoga bisa diusut tuntas pihak berwajib," tulis Myth Vlog dalam keterangan yang dikutip pada Minggu.
Dalam rekaman yang diunggah melalui kanal YouTube Gean Kelana, tampak konten kreator tersebut sedang mendokumentasikan proses pengecoran di kawasan wisata air tersebut. Aktivitas peliputan pada awalnya berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun, situasi berubah ketika seorang pria berpakaian putih tiba-tiba mendatangi Gean dan mengaku sebagai petugas keamanan di lokasi proyek.
Oknum tersebut diduga langsung melancarkan intimidasi secara verbal. Ia memberikan ancaman dan tekanan psikologis kepada konten kreator, bahkan sempat mencoba merusak alat dokumentasi yang digunakan korban. Tidak hanya itu, pria yang disebut-sebut sebagai preman atau "bang jago" itu juga melontarkan ancaman ekstrem untuk membakar sepeda motor milik korban.
"Balik! Mana motor lu? Gua bakar motor lu," teriak oknum tersebut sambil menyeret korban secara paksa, sebagaimana terekam dalam video yang beredar.
Proyek Wisata Air Kalimalang sendiri merupakan infrastruktur strategis hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain berfungsi sebagai pusat rekreasi baru dan ikon kota modern, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya. Pendanaan pengelolaan proyek ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, investasi pihak ketiga, serta bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah terkait dugaan tindakan intimidasi tersebut. Publik pun menanti langkah konkret aparat dalam mengusut kasus yang mencoreng citra proyek pembangunan daerah ini.
Artikel Terkait
Perayaan Waisak di Borobudur Dorong Lonjakan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Magelang
Dewa United Hajar Tangerang Hawks, Tantang Pelita Jaya di Semifinal IBL 2026
Ayah di Pekalongan Jadi Tersangka Pencabulan Anak Kandung Usia 4 Tahun
PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Pertahankan Gelar Juara Liga Champions