MURIANETWORK.COM - Pemeriksaan terhadap suami dari alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang viral karena pernyataan kontroversialnya, kini mengerucut pada dugaan pelanggaran kewajiban kontribusi. Suami yang berinisial AP, juga seorang alumni LPDP, sedang didalami oleh pihak lembaga terkait kemungkinan belum memenuhi masa pengabdian wajibnya di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Fokus Pemeriksaan pada Kewajiban Kontribusi
Berbeda dengan istrinya, DS, yang pernyataan "cukup saya WNI, anak jangan" sempat memicu polemik luas, kasus AP justru berakar pada persoalan administrasi dan komitmen kontrak. LPDP menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap AP tidak terkait dengan pernyataan viral sang istri, melainkan murni menyangkut kewajiban kontribusi yang melekat pada setiap penerima beasiswa. Aturan tersebut mewajibkan alumni untuk mengabdi di dalam negeri selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Menurut informasi yang beredar, DS disebut telah menyelesaikan kewajiban tersebut. Namun, sang suami, AP, diduga belum memenuhinya. Hal inilah yang kini menjadi fokus penyelidikan internal lembaga.
Proses Klarifikasi dan Ancaman Sanksi
LPDP telah mengambil langkah konkret dengan memanggil AP untuk dimintai klarifikasi. Proses ini menjadi tahap krusial sebelum lembaga menentukan langkah penindakan lebih lanjut. Dalam keterangan resminya, LPDP menyatakan kesiapannya untuk menjatuhkan sanksi tegas jika dugaan pelanggaran terbukti.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen