MURIANETWORK.COM - Polisi berhasil mengamankan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah sangat besar di Sumatera Utara. Dua orang kurir ditangkap di Kabupaten Asahan dengan barang bukti 80 kilogram sabu dan 50.000 butir ekstasi. Pengungkapan ini mengungkap modus operandi seorang perempuan yang diduga sebagai otak di balik pengiriman barang haram tersebut, yang hingga kini masih diburu petugas.
Pengungkapan dan Penangkapan di Jalan Lintas Sumatera
Operasi penangkapan berlangsung pada Rabu (11/2) dini hari yang lalu. Tim dari Polrestabes Medan melakukan penyergapan di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan. Saat itu, dua tersangka yang berada dalam satu mobil pribadi berhasil dicegat. Dari pemeriksaan mendalam di dalam kendaraan, polisi menemukan paket-paket berisi narkoba dengan total berat dan jumlah yang fantastis.
Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, memaparkan kronologi penemuan barang bukti tersebut. "Pengungkapan kasus ini, yaitu 80 kg sabu dan 50.000 butir ekstasi. Ada dua tersangka, yakni YNP dan tersangka SB," jelasnya dalam konferensi pers pada Sabtu (21/2).
Modus dan Peran Otak Perempuan
Interogasi terhadap kedua tersangka, YNP (31) dan SB (58), mengungkap fakta menarik. Keduanya ternyata tidak saling mengenal sebelum peristiwa ini. Mereka dipertemukan oleh sebuah perintah dari seorang perempuan berinisial L, yang diduga kuat menjadi dalang operasi pengiriman narkoba ini. Perempuan tersebut yang memberi tugas dan mengkoordinasi perjalanan keduanya.
Calvijn melanjutkan penjelasan mengenai tugas yang diberikan sang otak. "Pelaku YNP dijanjikan pelaku L upah sebanyak Rp 280 juta untuk menjemput narkoba itu, sedangkan pelaku SB sebesar Rp 100 juta," ungkapnya. Tawaran uang dalam jumlah besar itulah yang akhirnya membuat kedua warga Jambi ini tergiur dan bersedia melakukan perjalanan ke Tanjungbalai untuk mengambil barang haram tersebut.
Rute dan Tujuan Pengiriman
Perjalanan kedua kurir dimulai dari Jambi menuju ke Tanjungbalai untuk mengambil paket narkoba. Setelah barang berhasil diambil, rencana awal adalah mengantarkan paket tersebut ke Pekanbaru, Riau. Namun, perjalanan mereka terhenti di Asahan berkat kewaspadaan dan kerja cepat aparat kepolisian. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa rute lintas Sumatera sering dimanfaatkan para pengedar untuk mendistribusikan narkoba antarprovinsi, mengandalkan arus lalu lintas yang padat sebagai kamuflase.
Hingga saat ini, penyidik masih terus memburu perempuan berinisial L yang menjadi target utama. Pengembangan kasus masih dilakukan guna mengungkap jaringan yang lebih luas di balik peredaran narkoba dengan volume sebesar ini. Penangkapan kedua kurir ini dinilai sebagai pukulan signifikan terhadap rantai pasok narkoba di wilayah Sumatera.
Artikel Terkait
Turis Selandia Baru di Gili Trawangan Ditindak Imigrasi Usai Protes dan Rusak Mushala
Manchester City Tekan Arsenal Usai Kalahkan Newcastle
PBNU Beri Panduan: Niat Puasa Ramadan Boleh Dilakukan di Pagi Hari
Anggota DPRD DKI Imbau Warga Laporkan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok Lewat Aplikasi JAKI