MURIANETWORK.COM - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan panduan praktis bagi umat Muslim yang lupa melafalkan niat puasa Ramadan pada malam hari. Menurut penjelasan lembaga tersebut, kelalaian ini tidak serta-merta membatalkan puasa. Dengan merujuk pada Mazhab Syafi'i dan membandingkannya dengan pandangan mazhab lain, terdapat tata cara teknis yang memungkinkan ibadah puasa tetap dilanjutkan dengan sah.
Solusi Praktis bagi yang Lupa Berniat Malam Hari
Ustadz Alhafiz Kurniawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU, menegaskan bahwa seseorang yang lupa berniat di malam hari tidak perlu membatalkan puasanya. Solusinya cukup sederhana: niat dapat dipasang di pagi hari, segera setelah ia teringat. Pendekatan ini memberikan kemudahan tanpa mengabaikan ketentuan syariat.
"Dengan demikian ia tetap dapat melanjutkan ibadah puasanya hingga selesai, sampai waktu Maghrib," jelasnya.
Anjuran dan Perbandingan Antar Mazhab
Secara umum, dalam Mazhab Syafi'i dianjurkan untuk berniat setiap malam, melafalkannya secara lisan, serta berniat di awal Ramadan untuk puasa sebulan penuh mengikuti pandangan Imam Malik. Namun, realitas di lapangan seringkali berbeda. Banyak orang, karena kesibukan atau kelalaian, baru teringat di pagi hari.
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus