PT Matahari Putra Prima Gelar Rights Issue Rp780 Miliar untuk Beli Aset dan Perbaiki Struktur Keuangan

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:30 WIB
PT Matahari Putra Prima Gelar Rights Issue Rp780 Miliar untuk Beli Aset dan Perbaiki Struktur Keuangan

MURIANETWORK.COM - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart, berencana menggelar rights issue berskala besar untuk memperkuat struktur keuangannya. Perseroan akan mengajukan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VIII kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026 mendatang.

Rencana Pengumpulan Modal dan Penggunaannya

Dalam aksi korporasi ini, MPPA berencana menerbitkan hingga 24 miliar saham baru, sebuah langkah yang berpotensi mendilusi kepemilikan saham publik hingga 64,92 persen. Meski harga dan rasio pelaksanaannya belum diumumkan, tujuan utama penggalangan dana ini telah jelas. Dana hasil rights issue, yang diperkirakan signifikan, akan dialokasikan untuk membeli aset fisik berupa hak atas tanah dan bangunan di sejumlah daerah senilai Rp780 miliar.

Aset-aset tersebut akan dibeli dari sejumlah entitas anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL), yang juga merupakan pengendali utama MPPA. Transaksi ini dinilai dapat mengonsolidasikan kepemilikan aset strategis ke dalam laporan keuangan perseroan.

Dukungan dari Pengendali dan Urgensi Restrukturisasi

Sebagai bentuk komitmen, Multipolar telah menyatakan kesiapannya untuk bertindak sebagai standby buyer atau pembeli siaga. Ini berarti MLPL akan mengambil seluruh haknya dan membeli sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang saham lain, dengan komitmen maksimal 7,566 miliar saham.

Langkah rights issue ini muncul di tengah tantangan kinerja keuangan yang dihadapi MPPA. Sepanjang tahun 2025, perseroan tercatat menanggung beban rugi bersih sebesar Rp152 miliar, yang menyebabkan posisi ekuitasnya menjadi negatif Rp4 miliar. Di sisi lain, beban utang berbunga juga masih memberatkan, mencapai Rp980 miliar.

Dalam konteks tersebut, manajemen memandang rights issue bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis. Mereka meyakini, injeksi modal segar ini akan memberikan dampak positif jangka panjang.

“Pelaksanaan PMHMETD VIII akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi serta dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas, serta memperbaiki prospek bisnis,” jelas manajemen dalam pernyataannya.

Dengan demikian, rights issue jumbo ini diposisikan sebagai langkah krusial untuk memperbaiki fondasi permodalan, meningkatkan likuiditas, dan membuka ruang bagi pemulihan bisnis ritel yang tengah beradaptasi dengan dinamika pasar yang cepat berubah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar