Pekerja Gudang di Serang Tewas Tertimpa Tumpukan Kaca

- Jumat, 20 Februari 2026 | 23:20 WIB
Pekerja Gudang di Serang Tewas Tertimpa Tumpukan Kaca

MURIANETWORK.COM - Seorang pekerja gudang di Kabupaten Serang, Banten, meninggal dunia setelah tertimpa tumpukan kaca saat sedang bekerja. Insiden tragis yang merenggut nyawa Sanudin (25) itu terjadi pada Jumat (20 Februari 2026) siang, di sebuah gudang kaca dan kitchen set di Kampung Kamansari, Desa Lewilimus, Kecamatan Cikande.

Kronologi Insiden di Lokasi Kerja

Berdasarkan keterangan dari saksi mata, kejadian berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Sanudin bersama rekan-rekannya sedang melakukan proses bongkar muat kaca berukuran tebal. Aktivitas yang rutin dilakukan itu tiba-tiba berubah menjadi malapetaka.

Diduga, korban terpeleset dan kehilangan keseimbangan. Akibatnya, tumpukan kaca dalam jumlah besar yang ada di dekatnya roboh dan menimpa tubuhnya. Suara pecahan kaca yang keras langsung memecah kesibukan di gudang tersebut.

“Waktu itu terdengar suara kaca pecah keras sekali. Kami kaget, ternyata Sanudin sudah tertimpa. Teman-temannya langsung berusaha menolong,” tutur Dewi, seorang warga sekitar yang menyaksikan kejadian.

Upaya Penyelamatan yang Berakhir Duka

Rekan-rekan korban segera bergegas memberikan pertolongan pertama. Dengan sigap, mereka memecahkan dan memindahkan pecahan kaca yang menimpa Sanudin untuk mengevakuasinya. Sayangnya, luka-luka berat yang diderita korban tampak di luar batas keselamatan.

Sanudin kemudian dilarikan menggunakan ambulans menuju Puskesmas Cikande. Namun, harapan untuk keselamatannya pupus. Petugas medis di puskesmas terpaksa menyatakan bahwa nyawa pekerja tersebut tidak tertolong.

Duka Keluarga dan Tanda Tanya

Kedatangan keluarga di lokasi kejadian diwarnai tangis dan kepedihan yang mendalam. Mereka sulit menerima kenyataan bahwa Sanudin, yang telah berpengalaman lama di bidang pemotongan kaca, harus meninggal dalam kecelakaan kerja seperti ini.

“Keluarganya bilang ini seperti tidak masuk akal, karena almarhum sudah biasa kerja potong kaca dan sudah sangat paham pekerjaannya,” ungkap Dewi, menggambarkan kesedihan dan keheranan keluarga korban.

Pengalaman dan keahlian Sanudin dalam menangani material berbahaya seperti kaca justru menjadi alasan keluarga mempertanyakan kejadian ini. Mereka menilai ada kejanggalan, mengingat korban dikenal teliti dan belum pernah mengalami insiden serupa selama berkarier.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwajib belum mengeluarkan keterangan resmi terkait penyelidikan mendalam atas penyebab pasti kecelakaan kerja ini. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan kerja yang ketat, khususnya di lingkungan yang penuh dengan potensi bahaya seperti gudang material konstruksi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar