Dalam sebuah obrolan santai, Hugo Ekitike membuka hati soal bulan Ramadan. Bukan cuma soal menahan lapar dan haus, bagi striker Liverpool itu, bulan suci ini punya arti yang jauh lebih dalam. Ia menyebut Ramadan sebagai fase penting untuk refleksi diri, memperkuat spiritualitas, dan tentu saja, mengeratkan hubungan dengan keluarga.
"Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadi versi diri yang lebih baik," ujarnya.
Pesan itu ia sampaikan dengan nada tenang. Menurut Ekitike, bulan ini memberinya ruang untuk memperbaiki sikap, memupuk lebih banyak amal baik, dan tentu saja meningkatkan kualitas hubungannya dengan Tuhan dan sesama.
Yang Paling Dinanti: Suasana Rumah dan Ibadah
Menjalani puasa sebulan penuh sudah jadi bagian hidupnya. Tapi yang bikin rindu, kata dia, adalah suasana kebersamaan di rumah. Berbuka bersama, menerima tamu, sampai diskusi dan ibadah larut malam semua itu momen spesial yang ditunggu-tunggu setiap tahun.
Memang, kedekatan dengan Tuhan harus diupayakan sepanjang waktu. Namun atmosfer Ramadan memberi dorongan ekstra, sebuah semangat yang membuatnya lebih konsisten dalam beribadah.
Dukungan yang Membuat Segalanya Lebih Mudah
Ekitike merasa beruntung. Lahir dari keluarga Muslim, menjalani Ramadan terasa lebih ringan karena ada dukungan penuh. Semua anggota keluarga saling mengingatkan, berpuasa bersama, dan tentu saja berbagi hidangan saat berbuka.
Artikel Terkait
Koalisi Desak Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Sopir Truk Tewas dalam Tabrakan dengan Bus Mogok di Jalur Madiun-Surabaya
Video Viral Ungkap Aksi Paksa Juru Parkir Liar di Pelabuhan Makassar
Lembah Hijau Malino Tawarkan Glamping dan Wahana Alam di Ketinggian Gowa