Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026

- Senin, 06 April 2026 | 21:00 WIB
Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026

Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tak akan naik hingga akhir 2026. Kabar ini tentu jadi angin segar buat banyak orang, terutama di Sulawesi dan daerah lain yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Intinya, pemerintah ingin rakyat punya kepastian soal energi yang terjangkau.

Pengumuman resmi ini disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin lalu. Sebenarnya, keputusan untuk membekukan harga itu sudah disepakati dengan Pertamina sejak akhir Maret.

“Kami ambil keputusan ini setelah melihat proyeksi ekonomi makro. Asumsinya, harga minyak mentah kita atau ICP rata-rata tak lebih dari 97 dolar AS per barel dalam setahun,” jelas Airlangga.

Namun begitu, situasi di luar negeri ternyata berbeda sama sekali. Gejolak geopolitik global mendorong harga energi non-subsidi melambung tinggi di mana-mana. Ambil contoh avtur, bahan bakar pesawat. Di Thailand harganya sudah tembus Rp 29.518 per liter. Filipina juga tak kalah tinggi, sekitar Rp 25.326.

Di dalam negeri, efeknya terasa. Per 1 April lalu, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta melonjak drastis jadi Rp 23.551 per liter. Padahal sebelumnya cuma Rp 13.656. Lonjakan yang sangat signifikan.

Ini masalah besar buat maskapai. Bayangkan, avtur bisa menghabiskan 40% dari total biaya operasional mereka. Tekanannya luar biasa.

Nah, untuk mengatasi ini, pemerintah punya sejumlah langkah. Tujuannya ganda: menjaga industri penerbangan tetap hidup, sekaligus memastikan tiket pesawat nggak melambung terlalu tinggi buat masyarakat biasa.

“Kami akan naikkan fuel surcharge jadi 38 persen, baik untuk pesawat jet maupun propeller. Sebelumnya beda-beda, 10% untuk jet dan 25% untuk propeller,” terang Airlangga.

“Tapi, kami juga jaga supaya kenaikan harga tiket domestik tetap terjangkau. Kisarannya di angka 9 sampai 13 persen saja.”

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags