CEO Lippo Group, James Riady, mendesak percepatan pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta yang dinilai menjadi solusi strategis bagi para pekerja pabrik di sekitar wilayah industri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Menurut James, lahan yang sebelumnya merupakan proyek mangkrak korporasi itu kini disulap menjadi hunian vertikal terjangkau. Kawasan sekitar Meikarta, ujarnya, merupakan salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara dengan ribuan pabrik yang beroperasi.
"Sekitar 50 persen industri di Indonesia berada di sekitar sini," kata James saat meninjau langsung progres pembangunan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Meikarta, Cikarang, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rusun subsidi menjadi jawaban atas kebutuhan hunian yang dekat dengan tempat kerja. "Kita ingin para pekerja pabrik memiliki hunian yang dekat dengan tempat kerjanya, sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik dan mobilitasnya lebih efisien," ujar James dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Proyek dimulai dengan land clearing pada Februari 2026, dilanjutkan ground breaking pada Maret 2026, pembangunan struktur ke atas pada Agustus 2026, dan ditargetkan rampung pada Agustus 2028.
Ara menekankan, pemerintah terus mendorong inovasi penyediaan hunian vertikal yang terjangkau, khususnya di kawasan penyangga Jakarta. "Kita ingin masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi maupun tempat kerja," ujarnya.
Menurut Ara, pembangunan rusun subsidi menjadi solusi penting untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus keterbatasan lahan di perkotaan. "Hunian vertikal seperti rusun subsidi ini menjadi solusi masa depan, terutama di wilayah dengan kebutuhan rumah tinggi dan harga tanah yang terus meningkat," katanya.
Perkembangan terbaru menunjukkan, proyek masih sesuai rencana dan telah memasuki tahap test pile. Dari total 8.600 tiang pancang yang direncanakan, sebanyak 1.836 pile telah terpasang. Ara menitikberatkan agar percepatan pembangunan tetap memperhatikan kualitas dan aturan yang berlaku.
Ia menjelaskan, posisi Kementerian PKP dalam program ini adalah sebagai regulator. "Untuk pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara, sementara tanah merupakan hibah dari Lippo seluas 30 hektare untuk tiga lokasi pembangunan," ujar Ara.
Artikel Terkait
Pengacara Roy Suryo Desak SP3 Kasus Ijazah Palsu Jokowi Berlaku untuk Semua Tersangka
49 Ekor Hewan Kurban Mulai Didistribusikan ke 11 Pulau di Kepulauan Seribu Jelang Iduladha
Jumlah Jemaah Haji 2026 Tembus 1,7 Juta Orang, Naik 2 Persen dari Tahun Lalu
Pemprov DKI Naikkan Jumlah Hewan Kurban Jadi 220 Ekor, 744 Petugas Dikerahkan Awasi Proses